Kuala Kencana : Kota Terindah di Indonesia

2012-12-09 11.44.19

Penat di dengan Panasnya Kota Timika Papua?? Kuala kencana menjadi pilihan tepat untuk melepaskan segala jenuh, udaranya sangat segar sekali, Kota yang terkenal dengan zona hijau, kawasan tertib lalu lintas, dilengkapi dengan fasilitas yang lengkap mulai dari sekolah dari PG –SMA standart international, perpustakaan,  zona rekreasi, sampai Hero Mall. Fasiltas masjidnya pun oke Punya, dilengkapi dengan peredam suara, demikian pula dengan bangunan gerejanya yang unik mirip banget seperti di Eropa. Bukan hanya itu saja, di kuala kencana ini ada alun-alun, dilengkapi dengan variasi lampu hias. Jadi, kalao mau ke kuala kencana pada malam hari tentunya akan lebih mempesona lagi. Banyak masyarakat di Kuala kencana yang sebagian besar pegawai Freeport terlihat banyak yang memakai sepeda ketika mau ke alun-alun kencana. Banyak juga yang memanfaatkan lapangan ini sebagai sarana olah raga. Jika bosen, ada banyak Fasilitas olahraga yang meliputi: lap. tenis indor dan outdor, lap. sepakbola karpet dan rumput, basket indor dan outdor, lap. golf taraf internasional, lap. voli dan voli pantai, kolam berenang taraf internasional, lap. squash, lap. badminton indor, fitness dan aerobik, dan atletik.

Kuala Kencana sendiri baru diresmikan tepat pada tanggal 5 Desember 1995 oleh Presiden Soeharto (presiden saat itu). Kota ini didirikan dan dikelola sepenuhnya oleh PT Freeport Indonesia. Semua yang ada di Kuala Kencana sudah seperti kota-kota di luar negeri. Sistem saluran air hingga listrik semuanya melalui bawah tanah. Sepanjang jalan pun terlihat indah dengan taman-taman dan lampu-lampu yang berbaris sepanjang jalan. Kota ini juga menerapkan berbagai macam aturan, contohnya larangan menangkap/menembak/merusak flora-fauna dan ijin mengendara di kota.

Uniknya lagi tidak ada polisi yang patroli di sepanjang jalan, namun ketika ketika ketahuan melanggar peraturan lalu lintas ya siap-siap saja ditilang oleh polisi hutan (hehe, karena polisinya kebanyakan sembunyi di hutan katanya) dan akan tanda tembakan kalau kita melanggar aturan. Makanya kawasan Kuala Kencana ini merupakan percontohan banget untuk kawasan tertib lalu lintas. Pertanyaannya adalah …bisa gak ya kota-kota lain di Indonesia bisa seperti ini. Atauran Disiplin bukan hanya Simbolis namun memang untuk diimplementasikan. Muncul dari kesadaran bersama, dan sanksi yang tegas bila ada yang melanggar.

2012-12-13 11.34.27

 

****bersambung

 

Maulid Nabi di wonosobo : “Undu-Unduan”

Undu-Unduan, mengingatkan pada masa kecil, sebuah agenda tahunan yang kini sudah mulai menjadi barang langka. Undu-unduan hampir seperti Karnaval, beraneka ragam penampilan dan atraksi ditampilkan, buah partisipasi aktif dari masyarakata setempat.  Dahulu, di kampung saya sering banget yang namanya Undu-unduan, biasanya dilaksanakan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.  Namun, sudah lebih dari 15 tahun kegiatan tersebut sudah tak lagi dilakukan. Minimnya pegiat di kampung yang mempunyai inisiatif menjadi alasan utama mengapa agenda tersebut tidak lagi diadakan.

Maulid Nabi 2013, saya memutuskan untuk merayakannya di kampung, agenda ini biasanya juga dimanfaatkan untuk ajang silaturakhim keluarga selain idul Fitri.  Ya terlepas ada yg menganggap bid’ah atau enggak, ambil positivenya saja, saya maksudkan untuk mengingat kembali keteladanan Rasululullah SAW.

Ya, saya senang, setelah sekian lama akhirnya bisa menikmati moment undu-unduan di kampung sebelah, dusun Semayu.  Ada banya pilihan yang disajikan, mulai dari Sunatan Massal, Drum Band anak Kecil, Drum band oarang tua, tari topeng, tari reog, warog, hingga Dolalakan. Smua bisa terlibat disana anak kecil, remaja dan para orang tua. Ada satu hal yang  patut di apresiasi “kebersamaan” meski hujan meski yang dandan bedaknya pada luntur ya kegiatan tetap berlangsung . Smua masyarakat bahu-membahu untuk menyukseskan agenda tersebut. Hampir sama dengan kampung saya, Undu-unduan ini baru kali pertama diadakan setelah sekian lama mati suri. Jadi wajar saja kalao rame banget kegiatan ini. Dokumentasi bisa dilihat klik di http://www.facebook.com/media/set/?set=pcb.2778144948365&type=1

Hmm… sambil menonton saya pun berpikir kira-kira kapan ya di kampung saya bisa diadakan undu-unduan lagi??  Hahaha, nyeletuk tetangga sebelah “coba nek kowe sing dadi lurahe, mbok dianakno undua-unduan, kan arep magangan lurah” (baca : coba kalo kamu jadi luarah ya diadakan undu-unduan kan amu ada pencalonan lurah)!. Wah, Cuma senyum nyengir wong gak ada niatan buat nyalon Lurah. Tapi ya kalau berandai-andai, saya juga ngedukung adanya undu-unduan sebagai sarana pelestarian budaya bangsa. Bukan hanya itu, kalo boleh usul ditambah dengan atraksi balon udara sepertinya akan lebih meriah lagi.2013-01-24 11.02.41dolalakan

Ada yang unik dari undu-unduan tadi, karena momentnya maulid Nabi unsur-unsur lagunya pun nuansa keislaman meskipn disajikan dalam bentuk Drum Band, atau yang lainnya. Bahkan lirik lagu buat tari topengnya juga loh. Ternyata bisa juga yah dakwah dikemas dalam bentuk kesenian yang menarik. Bagi saya ini merupakan inovasi, bagaimana masyarakat menengah kebawah mengejawantahkan dakwah dalam bentuk kesenian, termasuk Undu-Unduan. Setelah itu, baru diadakan pengajian akbar Maulid Nabi SAW sebagai puncak acara.

 

Wonosobo, 24 Januari 2013

Maulid in My Village.

Nur Saudah Al Arifa D, STP.

Karaokean dan Keakraban Keluarga

Siapa bilang kalau menyanyi di karaoke harus yang suaranya bagus? Kualitas suara tidak penting. Ini bukan tempat untuk kompetisi atau lomba menyanyi kok bro, sist (hehe…meski ada scor-nya itu yang menilai juga mesin koq) buat having fun saja. Disini kita sama-sama menikmati keakraban bersama sahabat atau bisa juga dengan anggota keluarga. Bagi anak kuliahan, bisa juga sebagai sarana menghilangkan penat dan stres pasca UAS.

 

Alhamdulillah, ini rejeki nonton pagelaran busana di wanitama kemarin, gak nyangka juga bisa karaokean lagi di Happy Puppy.  Bersama kawan2 kampus sebelah (Icun, mbak arlik, Dini, Sakdiyah, Hadiyati, Aish), terima kasih ya untuk hari ini, Keakraban dalam keluarga itu sangat tak ternilai harganya, mungkin bisa dipupuk dari hal yang sederhana “karaokean bersama”. . Hmmm….

 

2013-01-21 17.15.51

Memancing dan Mari Belajar Fokus

Sudah sekian lama tak memancing, eh…ada undangan buat silaturakhim kader siyasi 2007 dan tempatnya di pemancingan babarsari, berjumpa dengan kawan seperjuangan serambi memancing tentunya hal yang sangat mengasikkan.

Banyak alasan kenapa mancing itu menyenangkan, meski rela harus duduk berjam – jam menunggu umpan disambar ikan. Meski hasil tangkapan yang dihasilkan mungkin tak khan lebih banyak dari waktu yg dihabiskan, namun saat ikan mulai menyambar dan dengan ketrampilan akhirnya kita bisa menariknya maka ada kepuasan tersendiri yang dirsakan, hmm……akhirnya saya dapet 3 ikan loh…:).

Kalo dipikir mancing ya cuma gitu-gitu saja, kalo yang gak terbiasa mungkin akan terasa membosankan. Ya, karena pada hakikatnya memancing ialah melatih kesabaran. Menunggu umpan kita yang menyambar dan tetap fokus pada target yang ingin dicapai. Yang perlu dilatih adalah kesabaran dan ketekunan menjalaninya. Kemudian fokus pada tujuan dan konsentrasilah pada apa yang sedang kamu kerjakan. Belajar memancing sama dengan belajar di kehidupan ini, setiap hari mengulang hal yang sama. Tetapi tentunya yang diulang harus hal-hal yang baik. Sabar, tekun, fokus pada tujuan dan konsentrasi pada apa yang sedang kamu kerjakan, maka apa yang menjadi tujuanmu bisa tercapai.

2013-01-20 15.04.45

Pagelaran Busana “Reincarnation of Eve” dan Potensi Indonesia di Kancah Dunia

2013-01-18 20.19.43

Jumat 18 Januari 2013 di gedung wanitatama Jogja,  menjadi hari yang unik buat saya, karena baru pertama kalinya menyaksikan  Pagelaran Busana, dengan tema “Reincarnation of Eve”  yang kurang lebih bermakna lahir kembali dengan keunikan masing-masing.  Ada 115 karya mahasiswa Pendidikan Teknik Busana & Teknik Busana 2010 PTBB FT UNY.  Hal yang patut di apresiasi ialah mahasiswa tersebut berlaku sebagai Event Organizer, sebagai Designer dan  sekaligus modelnya. Tentunya hal yang sangat membanggakan mereka bisa menciptakan inovasi dan karya yang bisa mereka peragakan sendiri. Ya, luar biasa agenda mata kuliah akademik namun bisa dikemas menghasilkan pagelaran busana “Reincarnation of Eve”.

Namun, berbicara soal pagelaran busana masih ada juga yang menganggap ini hal yang kontroversial, terutama bagi seorang muslimah. Awalnya juga saya merasa demikian, ragu untuk hadir,  tapi karena ada kawan saya juga yang kuliah di Tata Busana 2010 dan malam itu ikut pagelaran ya akhirnya saya menyempatka diri untuk memberikan support. Sekaligus membuktikan apa bener sih pagelaran busana itu gak syar’i?  Nah ternyata, di luar perkiraan semula, bahkan mayoritas busana hampir mode baju muslimah, karena sebagian besar mahasiswanya juga berjilbab.  Hal yang bikin unik ialah, dengan balutan jilbab ternyata mereka menjadi lebih kreatif dan inovatif  dalam memasukan model baju muslim modern sekaligus tetap mempertahankan unsur syar’i nya.

Tak dipungkiri, Indonesia sendiri memiliki potensi besar sebagai target pasar dan perkembangan busana muslim. Hal tersebut, bisa saja terealisasi karena jumlah penduduk yang lebih dari 230 juta jiwa dengan tingkat pendapatan rata-rata sepanjang tahun sebesar 2.271 dolar AS atau setara Rp21,7 juta. Maka, wajar jika banyak peritel dan pelaku mode yang membidik pasar Indonesia. Termasuk Malaysia yang juga sama-sama negara yang mayoritas penduduknya muslim.

Pesatnya perkembangan fashion muslim di Indonesia menimbulkan harapan baru bagi para desainer brand lokal dan para pelaku industri lainnya, bahwa bukan tidak mungkin suatu saat Indonesia akan dikenal sebagai pusat fashion muslim dunia.  Adanya pagelaran busana ini merupakan hal yang positive untuk belajar menciptakann karya sejak dini, dan siapa tau dari peglaran busana ini bisa menjadi lokomotif, yang dapat mengajak ‘gerbong-gerbong’ yaitu brand fashion lainnya untuk terus maju dan memajukan fashion muslim di Indonesia..

Namun, peragaan busana  muslim di Indonesia masih sesuatu yang langka dan menjadi momok kontroversi tersendiri. Berbeda dengan Malaysia yang bergerak masuk melalui ajang Islamic Fashion Festival (IFF), yang sekaligus bertujuan membangun platform pusat busana muslim Asia di tiga kota, Jakarta, Kuala Lumpur, dan Dubai. Desainer-desainer Negeri Jiran tidak memungkiri potensi besar pasar Indonesia. Khoon Hooi, salah satu desainer muda asal Malaysia mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat menggiurkan dan memiliki target market potensial untuk busana muslim. Sehingga sangat wajar jika Malaysia membidik konsumen Indonesia.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia belum sepenuhnya menggiatkan aktivitas yang mendukung perkembangan busana muslim ini. Busana muslim lebih diapresiasi perempuan di negara lain, namun kurang mendapatkan apresiasi tinggi di dalam negeri. Padahal Indonesia yang multikultur punya potensi besar dan layak menjadi kiblat fashion muslim dunia, tentunya kita akan bangga bahwa negeri kita bisa menjadi trendsetter bukan malah berkiblat pada budaya kebaratan, yang banyak menggiring muslimah Indonesia dengan fashion ala barat.

Meski saya sendiri bukan orang yang paham tentang fashion, saya memandang sisi positive dan mengapresiasi sebuah pagelaran busana ini sangat bermanfaat guna penggalian bakat mahasiswa jurusan Tata Busana. Tentunya penggalaian bakat  itu tidak hanya sebatas kemampuan menciptakan saja tetapi juga bisa digali sisi spiritualnya. Itu dimaksudkan karena Muslimah adalah representasi dari umat Islam. Apalagi mahasiswa UNY menurut saya mayoritas juga muslim yang mengenakan jilbab. Jika bakat mahasiswa busana ini dikembangkan lagi tentunya akan akan mendorong perkembangan Industri busana Muslim Indonesia.

fashion akabr

istimewanya Jogja #4 : Tiwul dan gatot

Hari rabu kemarin 16 Januari 2013 ada tamu dari Universitas Negeri Jakarta yang silaturahim sekaligus sharing tentang Community Development  di kontrakan saya, rumah  pengabdian “DSQ”, hmm…karena juga mendadak bingung juga kan mau dijamu dengan apa?  Akhirnya di waktu itu main saja ke pasar Tradisional Demangan, beli makanan Tradisional khas Jogja “Tiwul dan Gatot”.

2013-01-16 09.07.02

 

 

 

 

 

 

 

blusukan  pasar Demangan

Makanan ini dulunya makanan pokok mayoritas masyarakat di Gunung Kidul, pada dasarnya gatot dan tiwul merupakan satu varian dari gaplek yang berasal dari singkong. Tiwul merupakan makanan berbahan gaplek yang masih putih, sedangkan gatot merupakan gaplek yang sudah berwarna hitam. Awalnya memang hanya tiwul yang menjadi makanan pokok namun karena sayang untuk dibuang bahan gaplek yang dalam proses pembuatan tiwul kurang bagus dalam pengeringan yang berdampak warna hitam, maka  dari itu agar tetap bernilai tambah difungsikan untuk menjadi satu makanan varian yang bernama gatot.

gatot

Semoga saja ya, orang Jakarta berkunjung Ke Jogja merasa nyaman dan  senang sambil  Menikmati ke khasan kampus Ndeso UGM,  dengan sajian makanan Tradisional Tiwul dan Gatot. Sederhana namun istimewa..

Isimewanya Jogja #3 : SGPC

2013-01-15 09.28.06

 

SGPC alias Sego Pecel, salah satu kuliner idola mahasiswa UGM. Sederhana namun istimewa, hanya terdiri dari sayur mayur  yang telah direbus, biasanya terdiri dari tauge, kangkung, bayam, kacang panjang dan lain-lain diguyur oleh bumbu pecel khas yang terbuat dari kacang.
pecel ini legendaris dan menu jadul, kalau di UGM berlokasi di sekitar kampus Universitas Gadjah Mada. Ada alternatif tempat : SGPC Bu Wiryo 1959, SGPC sendiri merupakan singkatan dari kata Sego Pecel (Nasi Pecel). Kenapa 1959 karena “Melayani di UGM sejak 1959”,sejak awal berdirinya UGM. Nah tempat ini sangat cocok bagi yang ingin bernostalgia.

SGPC ini dulu memang menjadi salah satu tempat makan favorit para mahasiswa UGM karena terletak di kawasan kompleks UGM, tepat di pinggir selokan Mataram dan harganya yang miring murah meriah. Tapi, kini untuk ukuran anak kuliahan SGPC ini tergolong mahal karena musti nyiapin kocek sekitar 8ribu itu baru SGPC saja. Tapi, jangan kuatir, banyak alternatif warung-warung tempat makannya mahasiswa, yang lokasinya di utara fakultas pertanian UGM. Seperti di “warung santai”, hanya dengan kocek 4ribu bisa dapet SGPC + 2 gorengan tempe. Murah kan?? Beginilah Jogja, sederhana namun istimewa.

2012-12-16 20.33.29