Dari Pare (kembali lagi) ke Jogja

2013-01-07 05.49.30Perjalanan Pare Jogja dimalam hari memang capeknya gak begitu terasa sih, kira-kira jam setengah 11 malam Travel Dieng sudah siap menjemput di depan EGYPT,  sekitar pukul 1 dini hari Transit dulu buat makan di Caruban. Cuma ya sama aja, jatah makan tetap gak kepakai, gak nafsu. Saya hanya mengambil sedikit makan, dan berutunglah ada menu “Agar-agar” di warung makan Intan Caruban. Sehingga bisa lumayanlah mengganjal isi perut.
Perjalanan Pare-Jogja, lumayan sepi dan lancar saja. Sebagian penumpang juga memilih untuk tidur di dalam travel.  Sedangkan saya lebih memilih untuk tetap melek, menikmati suasana jalanan jawa timur yang lengang sekali. Meski malam hari, tak banyak pemandangan yang bisa di lihat. Namun ketika malam, harusnya kita menjadi pribadi yang banyak bersyukur.
Saya jadi membayangkan kehidupan sang supir.  Di saat penumpang yang lainnya terlelap, ia tetap fokus mengendarai dengan hati-hati. Dengan ikhlas ia melaju mobil agar kami bisa sampai tujuan dengan selamat. Setiap harinya, sang supir menjalani rutinitas, Jogja ke malang Lagi, dan seterusnya. Mungkin kalau ditanya apakah tidak bosan?? Bosan pasti iya, namun itulah jihad sang supir.  Karena ia menjalani rutinitasnya untuk keluarganya…motivasinya ialah kelaurganya…. Luar biasa… so, bagi kita yang masih saja malas-malasan, apakah kita sudah mempersembahkan yang terbaik untuk keluarga kita? Setidaknya lakukan sesuatu dengan alasan keluarga. Barangkali itulah yang akan sedikit mengobati rasa lelah dan juga bosan ketika melanda.
Waktu sudah semakin pagi, Akhirnya kembali juga ke Jogja, ada hal yang aneh. Yang biasanya di Pare pagi-pagi gini gak doyan makan, ketemu dengan temen seperjaungan kontrakan yang lagi pada makan, alhamdulillah nafsu makannya bangkit kembali. Meski tetap terbatas, tapi masih mendinglah. Memang, kerinduan pada jogja pun makin terasa…alhamdulillah…tepat jam  setengah 7 pagi akhirnya sampai di kontrakan DSQ tercinta…..alhamdulillah….mungkin benar kali ya, yang membuat sakit ya kadang rasa kerinduan terhadap Jogja itu…. dan…. semoga akan membaik disini….insya Allah..

Advertisements

Tabungan Haji untuk Ibu

aw55b
Entahlah…hari ini tiba-toba pengen ke bank, tujuan utamanya buat ngecek transfer uang, namun…. ada keperluan lain juga “tanya-tanya soal tabungan haji”.  Alhamdulillah, kemarin baru saja dapet rizki, transfer sudah masuk, uang senilai 10 juta rupiah.  Hmm…bingung juga mau dibuat apa? Memang akadnya ini adalah hadiah. Dan ingin pula saya hadiahkan, untuk Ibu saya.
Balik lagi, soal tabungan talangan Haji. Ada terlintas pikiran ketika lulus kuliah, salah satu target dalam hidup, apalagi kalo bukan bisa menaikkan Ibu naik Haji.  Dari dulu, pikiran ini selalu terbayang-bayang. Saya kurang tau hal apa yang bisa di wujudkan untuk membuat Ibu bahagia, saat ini pikiran saya ya baru mengarah kesana. Membuka tabungan haji untuk Ibu.

Continue reading