Belajar dari Muslimah Tunanetra : Tetap Berjilbab di Tengah Keterbatasan

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Lirik lagu diatas tiba-tiba saja terngiang,  mengiringi jalan kaki ini dari laboratorium klinik Pramita menuju Roemi Cafe untuk membeli Ice cream sekedar melepaskan penat sambil menunggu hasil cek darah sahabat saya yang kena gejala Demam Berdarah.  Saat perjalanan, saya berpapasan dengan wanita berjilbab membawa tongkat, dia berjalan dengan  senyum, wajah ceria dan sambil menerima telpon. Dari kejauhan nampak seperti wanita normal,  cantik dengan balutan jilbab rapi menutup auratnya. Hal yang sangat langka dilakukan oleh seorang muslimah  tunanetra.

Melihat Mbak yang tadi, saya jadi berpikir, bukankah Allah maha Pemberi nikmat, telah memberikan kepada kita lebih dari segalanya. Dia memberikan kepada kita penglihatan, pendengaran, hati, ginjal, jantung, paru-paru, kulit yang membungkus tubuh, otak, tangan dan kaki tanpa kita harus membayar dan alangkah senangnya bila semua itu bisa berfungsi secara normal. Sudahkah kita selama ini hanya sekedar berucap ‘Alhamdulillah’ atas semua karunia dan anugrah yg telah Allah berikan??

Muslimah normal berjilbab itu biasa saja.  Karena dia mampu. Coba bandingkan dengan mbak muslimah tunanetra tadi, meski dengan segala keterbatasan yang ada, mbak tadi tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslimah “menutup aurat”.  Ini sungguh hal yang luar biasa.

Dengan kenormalan kita ini mustinya ya kita harus membuktikan rasa bersyukur kita minimal dengan menjalankan kewajiban kita sebagai makhluk ciptaanNya.  Termasuk menutup aurat bagi seorang muslimah. Karena ini perintah Allah. Bagi orang yang benar-benar meyakininya.

Menjalankan kewajiban dengan sepenuh hati, dengan ikhlas,  menjalankan kewajiban secara optimal dan maksimal dengan menggunakan tangan, kaki, otak, dan semua pancaindra kita. Sebagai bentuk syukur dan rasa sadar diri bahwa Allah sudah memberikan banyak hal kepada kita. Termasuk bersyukur karena Allah masih memberikan kesempatan masih hidup di dunia dengan normal.  Jangan sampai menyesal, lebih baik menutup auratnya ketika masih hidup,  daripada menutup auratnya dengan balutan kain kafan ketika hidup sudah berakhir.

Sebagai muslimah, menggunakan jilbab adalah salah satu ejawantah rasa syukur saya  atas segala kebaikan yang diberikan Allah. Sebab bersyukur sama dengan mengingat kebaikan-kebaikan yang diberikan oleh Allah lalu diejawantahkan dalam kehidupan sehari-hari. Dan salah satu wujud konkritnya ialah dengan taat menjalankan kewajiban sebagai muslimah yaitu menutup aurat.  Dan.. tetap jalani hidup ini, Melakukan yang terbaik, saya banyak belajar dari muslimah tunanetra tadi, ia tetap menjalankan sebagai sebagai Muslimah di tengah keterbatasan yang ada. Luar biasa..

2013-01-14 10.49.22-1

Advertisements

One thought on “Belajar dari Muslimah Tunanetra : Tetap Berjilbab di Tengah Keterbatasan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s