istimewanya Jogja #4 : Tiwul dan gatot

Hari rabu kemarin 16 Januari 2013 ada tamu dari Universitas Negeri Jakarta yang silaturahim sekaligus sharing tentang Community Development  di kontrakan saya, rumah  pengabdian “DSQ”, hmm…karena juga mendadak bingung juga kan mau dijamu dengan apa?  Akhirnya di waktu itu main saja ke pasar Tradisional Demangan, beli makanan Tradisional khas Jogja “Tiwul dan Gatot”.

2013-01-16 09.07.02

 

 

 

 

 

 

 

blusukan  pasar Demangan

Makanan ini dulunya makanan pokok mayoritas masyarakat di Gunung Kidul, pada dasarnya gatot dan tiwul merupakan satu varian dari gaplek yang berasal dari singkong. Tiwul merupakan makanan berbahan gaplek yang masih putih, sedangkan gatot merupakan gaplek yang sudah berwarna hitam. Awalnya memang hanya tiwul yang menjadi makanan pokok namun karena sayang untuk dibuang bahan gaplek yang dalam proses pembuatan tiwul kurang bagus dalam pengeringan yang berdampak warna hitam, maka  dari itu agar tetap bernilai tambah difungsikan untuk menjadi satu makanan varian yang bernama gatot.

gatot

Semoga saja ya, orang Jakarta berkunjung Ke Jogja merasa nyaman dan  senang sambil  Menikmati ke khasan kampus Ndeso UGM,  dengan sajian makanan Tradisional Tiwul dan Gatot. Sederhana namun istimewa..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s