Maulid Nabi di wonosobo : “Undu-Unduan”

Undu-Unduan, mengingatkan pada masa kecil, sebuah agenda tahunan yang kini sudah mulai menjadi barang langka. Undu-unduan hampir seperti Karnaval, beraneka ragam penampilan dan atraksi ditampilkan, buah partisipasi aktif dari masyarakata setempat.  Dahulu, di kampung saya sering banget yang namanya Undu-unduan, biasanya dilaksanakan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW.  Namun, sudah lebih dari 15 tahun kegiatan tersebut sudah tak lagi dilakukan. Minimnya pegiat di kampung yang mempunyai inisiatif menjadi alasan utama mengapa agenda tersebut tidak lagi diadakan.

Maulid Nabi 2013, saya memutuskan untuk merayakannya di kampung, agenda ini biasanya juga dimanfaatkan untuk ajang silaturakhim keluarga selain idul Fitri.  Ya terlepas ada yg menganggap bid’ah atau enggak, ambil positivenya saja, saya maksudkan untuk mengingat kembali keteladanan Rasululullah SAW.

Ya, saya senang, setelah sekian lama akhirnya bisa menikmati moment undu-unduan di kampung sebelah, dusun Semayu.  Ada banya pilihan yang disajikan, mulai dari Sunatan Massal, Drum Band anak Kecil, Drum band oarang tua, tari topeng, tari reog, warog, hingga Dolalakan. Smua bisa terlibat disana anak kecil, remaja dan para orang tua. Ada satu hal yang  patut di apresiasi “kebersamaan” meski hujan meski yang dandan bedaknya pada luntur ya kegiatan tetap berlangsung . Smua masyarakat bahu-membahu untuk menyukseskan agenda tersebut. Hampir sama dengan kampung saya, Undu-unduan ini baru kali pertama diadakan setelah sekian lama mati suri. Jadi wajar saja kalao rame banget kegiatan ini. Dokumentasi bisa dilihat klik di http://www.facebook.com/media/set/?set=pcb.2778144948365&type=1

Hmm… sambil menonton saya pun berpikir kira-kira kapan ya di kampung saya bisa diadakan undu-unduan lagi??  Hahaha, nyeletuk tetangga sebelah “coba nek kowe sing dadi lurahe, mbok dianakno undua-unduan, kan arep magangan lurah” (baca : coba kalo kamu jadi luarah ya diadakan undu-unduan kan amu ada pencalonan lurah)!. Wah, Cuma senyum nyengir wong gak ada niatan buat nyalon Lurah. Tapi ya kalau berandai-andai, saya juga ngedukung adanya undu-unduan sebagai sarana pelestarian budaya bangsa. Bukan hanya itu, kalo boleh usul ditambah dengan atraksi balon udara sepertinya akan lebih meriah lagi.2013-01-24 11.02.41dolalakan

Ada yang unik dari undu-unduan tadi, karena momentnya maulid Nabi unsur-unsur lagunya pun nuansa keislaman meskipn disajikan dalam bentuk Drum Band, atau yang lainnya. Bahkan lirik lagu buat tari topengnya juga loh. Ternyata bisa juga yah dakwah dikemas dalam bentuk kesenian yang menarik. Bagi saya ini merupakan inovasi, bagaimana masyarakat menengah kebawah mengejawantahkan dakwah dalam bentuk kesenian, termasuk Undu-Unduan. Setelah itu, baru diadakan pengajian akbar Maulid Nabi SAW sebagai puncak acara.

 

Wonosobo, 24 Januari 2013

Maulid in My Village.

Nur Saudah Al Arifa D, STP.

Advertisements