Training SMART GROUP : Inovasi Atau Mati!

Jumat 22 maret 2013, senang sekali rasanya bisa kembali berbagi dengan adik-adik di Fakultas Pertanian UGM, tepatnya anggota Klinik Agromina Bahari (KAB) yangi akan melaunching program SMART GROUP. Tor yang diberikan ialah bagaimana meledakkan Ide, kompetensi dan juga kontribusi. Hmm…tema yang sangat luas sekali. Dan dengan berbagi pertimbangan yang ada saya mengambil judul “Inovasi atau mati” sebagai pengantar materi training Smart Group KAB.
Kenapa inovasi?? Karena menurut saya “Inovasi = Ide + Kompetensi”, dengan inovasi inilah yang nantinya akan menghasilkan sebuah kontribusi bagi bangsa. Saya teringat, dekan saya di FTP UGM, Bapak Djagal, pernah mengatakan pada sebuah kajian bahwa suatu bangsa akan dapat menjadi negara maju bila mampu mengembangkan inovasi-inovasi. Ya, Inovasi, itu kuncinya, Negara di Asia seperti Jepang dan Singapura mempunyai sumber daya alam yang minim bila dibandingkan dengan Indonesia, namun dengan kondisi serba minimlah justru yang membuat mereka dapat menjadi negara maju, karena tak ada pilihan lain bagi mereka selain melakukan agar bisa bertahan hidup.
Oleh karenanya, dengan sumberdaya yang sangat berlimpah ruah. Gemah ripah loh jinawi, idealnya Indonesia mampu mengembangkan inovasi-inovasi untuk memajukan negeri ini.
Kegiatan Smart Group ini merupakan kegiatan yang sangat positif, karena bukan hanya pelatihan yang diberikan oleh KAB, namun mereka juga mendapatkan pendampingan dari para senior yang berperan sebagai mentor mereka. Harapan saya, Smart Group KAB bisa menjadi salah satu sarana untuk mencetak kader baru yang nantinya akan menjadi para inovator-inovator di UGM pada khususnnya dan Indonesia ada umumnya.
Di akhir kegiatan, ada hal unik, biasanya sesi penyerahan kenang-kenangan, dalam beberapa kesemparan mengisi pelatihan, baru kali ini memperoleh hal yang sangat berkesan. Hmm…kali ini memperoleh souvenir “buah aseli Indonesia”, yang berkesan ialah itikad/tekad dari kawan-kawan KAB untuk selalu mencintai produk buah Indonesia. Terima kasih, dan mari selalu berinovasi, agar kelak bisa memberikan kontrbusi pada negeri.
Jumat 22 maret 2013, senang sekali rasanya bisa kembali berbagi dengan adik-adik di Fakultas Pertanian UGM, tepatnya anggota Klinik Agromina Bahari (KAB) yangi akan melaunching program SMART GROUP. Tor yang diberikan ialah bagaimana meledakkan Ide, kompetensi dan juga kontribusi. Hmm…tema yang sangat luas sekali. Dan dengan berbagi pertimbangan yang ada saya mengambil judul “Inovasi atau mati” sebagai pengantar materi training Smart Group KAB.
Kenapa inovasi?? Karena menurut saya “Inovasi = Ide + Kompetensi”, dengan inovasi inilah yang nantinya akan menghasilkan sebuah kontribusi bagi bangsa. Saya teringat, dekan saya di FTP UGM, Bapak Djagal, pernah mengatakan pada sebuah kajian bahwa suatu bangsa akan dapat menjadi negara maju bila mampu mengembangkan inovasi-inovasi. Ya, Inovasi, itu kuncinya, Negara di Asia seperti Jepang dan Singapura mempunyai sumber daya alam yang minim bila dibandingkan dengan Indonesia, namun dengan kondisi serba minimlah justru yang membuat mereka dapat menjadi negara maju, karena tak ada pilihan lain bagi mereka selain melakukan agar bisa bertahan hidup.
Oleh karenanya, dengan sumberdaya yang sangat berlimpah ruah. Gemah ripah loh jinawi, idealnya Indonesia mampu mengembangkan inovasi-inovasi untuk memajukan negeri ini.
Kegiatan Smart Group ini merupakan kegiatan yang sangat positif, karena bukan hanya pelatihan yang diberikan oleh KAB, namun mereka juga mendapatkan pendampingan dari para senior yang berperan sebagai mentor mereka. Harapan saya, Smart Group KAB bisa menjadi salah satu sarana untuk mencetak kader baru yang nantinya akan menjadi para inovator-inovator di UGM pada khususnnya dan Indonesia ada umumnya.
Di akhir kegiatan, ada hal unik, biasanya sesi penyerahan kenang-kenangan, dalam beberapa kesemparan mengisi pelatihan, baru kali ini memperoleh hal yang sangat berkesan. Hmm…kali ini memperoleh souvenir “buah aseli Indonesia”, yang berkesan ialah itikad/tekad dari kawan-kawan KAB untuk selalu mencintai produk buah Indonesia. Terima kasih, dan mari selalu berinovasi, agar kelak bisa mem2013-03-23 11.33.01

Deklarasi Gerakan Sekolah Menanam “Dari Bumi Papua Untuk Indonesia

DSCN1732
12 – 12- 2012 di Kota Timika Papua merupakan hari bersejarah, disanalah Gerakan Sekolah Menanam di deklarasikan tepatnya berlokasi di SD Inpres Timika II pada pukul 09.00 WIT dengan mengambil tema “Hijau Sekolahku, Hijau Negeriku, dari Bumi Papua untuk Indonesia”. Kegiatan tersebut diawali dengan kerja bakti bersih sekolah kemudian dilanjutkan dengan orasi Deklarasi Gerakan Sekolah Menanam dan kegiatan penanaman pohon oleh sedikitnya 500 siswa. Gerakan Sekolah Menanam (GSM) merupakan sebuah Gerakan Menanam yang difokuskan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, terutama sekolah dasar (SD), Gerakan ini diinisiatif oleh Nur Saudah Al Arifa D peserta Magang Beasiswa Aktivis Nusantara (BAKTI NUSA) “Marching for Boundary” yang ditugaskan di Timika Papua, menurut inisiator bahwa di Indonesia ini terdapat ratusan ribu institusi pendidikan khususnya sekolah, jika semua sekolah mau berkontribusi dalam gerakan menanam ini (terutama untuk tanaman pangan yang produktif), maka Indonesia akan selalu hijau dimulai dari institusi pendidikan. Gerakan sekolah Menanam ini juga sebagai ajang edukasi yang dilakukan sejak dini yang diterapkan sejak SD, agar ketika tumbuh kelak bisa menjadi pribadi yang senantiasa menjaga kelestarian lingkungan hidup.
Hadir pula dalam deklarasi Gerakan Sekolah Menanam bapak fauzan selaku pendamping sekolah SD Inpres Timika II dan juga bapak Berton Gurning selaku kepala cabang PT Trakindo Tembagapura Division, yang merupakan mitra dalam program pendampingan Makmal Pendidikan Dompet Dhuafa khususnya wilayah Papua, bapak Berton menuturkan bahwa Gerakan Sekolah Menanam ini bisa berlanjut dan akan kita petik hasilnya di masa yang akan datang.
Dhanur, sapaan akrab BAKTINUSA UGM ini juga menyampaikan bahwa maksud dari Gerakan Sekolah Menanam ada beberapa point diantaranya:
1. Sebagai sarana edukasi dan peningkatan kepedulian kepada seluruh sekolah akan pentingnya menanam dan pemeliharaan pohon untuk mengurangi dampak pemanasan Global (global warming)
2. Memberikan kontribusi nyata serta mengajak seluruh komponen institusi sekolah untuk melakukan penanaman dan juga pemeliharaan lingkungan secara berkelanjutan
3. Mengkampanyekan “1 siswa 1 pohon” dan “1 siswa 1 sampah” sebagai kontribusi nyata mewujudkan lingkungan sekolah yang hijau dan nyaman.
Dalam Deklarasi Gerakan Sekolah Menanam terdapat beberapa Komitment untuk menjaga kelestarian lingkungan di SD Inpres Timika II yang diwujudkan dengan kebijakan “1 siswa 1 pohon” (diutamakan tanaman yang produktif) dan juga “1 siswa 1 sampah” untuk mengurangi polusi di lingkungan sekolah.
Untuk itu, diharapkan Gerakan Sekolah Menanam ini bisa menjadi percontohan di Papua , khususnya di SD Inpres Timika II, dan bisa di Copy di sekolah-sekolah seluruh Indonesia pada umumnya. Dari Bumi Papua untuk Indonesia.

SKCK

Ini bukan judul lagu masa kini, atau istilah gahol, ada yang tau SKCK itu apa?? Hehe, dulu waktu SMA sih taunya hanya SKKB alias Surat Tanda Kelakuan Baik. Nah istilahnya jadi SKCK aka , mengingat ini kali pertama saya bikin SKCK, jadi agak muter-muter, bismillah nawaitunya untuk kelengkapan berkas apply beasiswa master, jadi meski kesana-kesini ya di lakoni. Biasanya masyarakat membutuhkan SKCK juga untuk keperluan pendaftaran CPNS. SKCK ini berlakunya 6 bulan sejak dikeluarkannya, sebagai bukti bahwa yang bersangkutan belum pernah terlibat kejahatan yang berhubungan dengan polisi. Hehe, kalo mahasiswa sih biasanya selalu berurusan dengan pak polisi kalo kena tilang motor, itu gak masalah yang penting bukan tindak pidana.
Oke, Pertama, saya musti ke kantor polisi dulu, menanyakan data yang musti disiapkan. Soalnya tiap daerah itu beda2 kadang syaratnya. Bagi yg domisili di kecamatan kertek, bisa ke polres
FYI: ini dia kelangkapannya
1. Surat pengantar/ keterangan dari Kelurahan Desa, yang ditandatangani pak Lurah, dan masih harus di legasisasi oleh Pak Camat
2. Siapkan pas Foto 4×4 sebanyak 4 lembar (biar aman siapkan 5, karena 1 nya biasanya diminta di kecamatan, 4 kasih ke pak Polisi)
3. FC KTP dan KK
4. Mengisi data diri di kepolisian
5. Kalau keperluannya buat Pindah Domisili dilengkapi dengan surat keterangan pindah
6. Datang sendiri gak boleh diwakilkan
7. Berpakaian sopan dan rapi
8. Bawa stop map 2 buah

Hmm… setelah tau beberapa syaratnya langsung meluncur ke Desa lagi, untung bawa motor jadi mobilisasinya lumayan cepet, alhamdulillah surat pengantar kelurahan sudah ada, waktu minta legalisasi pak camat, langsung deh kena marah gara-garanya belum bawa pasfoto (sudah saya jelaskan, kalau print samping kecamatan yang biasanya buat cetak poto lagi rusak). Tapi ya ndilalahnya lagi rusak, mau dususulkan, eh….orangnya sudah sewot duluan. Barangkali begitu ya tantangannya kalo mengabdi di bagian front office, unit pelayanan masyarakat yang idealnya memberikan pelayanan yang ramah bagai masyarakat. Hehe tetap senyum, saya tak berniat melanjutkan proses lagi karena waktu sudah menunjukkan pukul 11.30. Oke, Insya Allah besok saya kesini lagi. Saya pun memutuskan untuk pulang kerumah. Alhamdulillah, baru saja markir motor di depan rumah langsung disambut hujan deras. Saya berpikir, ini hikmah, jadi enggak kehujanan, brangkali kalo tetap melanjutkan proses SKCK ya bakalan kehujanan, dan gak bawa mantol pula…:),
Doanya, semoga besok berjodoh dapet tanfa tangan pak Camat dan SKCK bisa kelar besok pula. Aamiin.

Cwt Village, 19 Maret 2013
Catetan berburu beasiswa
@danursosmas

Ikutan Jalan sehat Karnaval

Bisa dibilang pagi ini beda dari rutinitas biasanya yang hanya berolahraga di sekitaran sunmor UGM, atau hanya berkeliling jalan kaliurang dan Pogung. Iseng-iseng ikutan Jalan sehat sekalian liat karnaval SCTV. Bukan promo, emang agendanya itu.
Sebelum start keberangkatan, kita disambut dengan tarian reog dari warga Merapi, penarinya anak-anak semuanya, hehe cukup menghibur lah. Kalo acaranya sendiri dibuka sama Ibu walikota Jogja, alhamdulillah…bisa salaman dan hanya mengucapkan salam.2013-03-17 06.24.51
Sejak menimba ilmu di Jogja, ini kali pertama saya keliling dari alun-alun utara, jalan terus hingga pojok beteng kulon, jalan terus hingga pojok beteng wetan…dan…tembuslah ke alun-alun utara kembali.
Hehe, meskipun gak dapet doorprize utama sepeda motor, alhamdulillah…jalan sehat kali ini cukup membuat bahagia, dan makin ketagihan lagi buat menggiatkan jalan sehat…
2013-03-17 06.43.53