Hunting Buku bersama 2 donatur keren

Saat-saat yang membuat kangen, “Hunting Buku” muter-muter tiap lorong toko buku, mencari-cari buku-buku bacaan berkualitas, bukan untuk diri sendiri, tapi untuk disumbangkan. Muter-muter huntung buku, dengan durasi 2-3 jam, barangkali yg gak biasa bisa capek luar biasa, namun kalo membayangkan betapa bahagianya wajah adik-adik ketika bisa punya buku bacaan baru, ya rasa capek itu hilang sudah.
Ada hal yang membuat saya sangat kagum luar biasa, hal yang paling berkesan ialah ketika “Hunting Buku” bersama langsung oleh donaturnya. Karena selama ini, yang jadi donatur kadang yang menyumbangkan buku bekas, ada pula yg hanya kirim via rekening donasi utk pembelian buku.

Donatur yg paling membuat saya terkesan ada 2, yaitu bapak Sulastama Raharja dan Mr. Parvez Alam (from Finland), kenapa berkesan ?? di sela-sela kesibukan bliau, masih punya waktu lho buat Hunting buku untuk di donasikan, saya juga baru tau kalo bapak Sulastama merupakan pengurus Kagama , waktu belanja bliau juga memilihkan buku-buku yang sangat bagus dan berkualitas, soal harga ya namanya buku bagus pasti mahal, saya sendiri ditemani Hamas sampe bingung mau pilih buku apalagi meskipun di gramedia banyak pilihan buku, yg ngebuat seneng juga, putra pak sulastama yg masih kecil juga memilihkan beberapa buku untuk disumbangkan.

Nah, kalo Mr. Parvez, jauh-jauh juga dari Finlad, bliau juga meluangkan waktu khusus untuk Hunting Buku buat disuambangkan, bliau yg memilih dan merekomendasikan buku-buku yang dianggap berkualitas. “Kalo ingin berkualitas, kita juga musti kasih yg berkualitas” Give the Best….Give The best….katanya. Bahkan sama Mr. Parvez ini kita ampe muter2 ke beberapa toko buku (Mizan, Gramed, Toga Mas).

Ya, sejak itu, saya mempunyai kebiasaan, bahwa untuk donasi buku lebih prefer untuk buku baru yang uptodate, meski jumlahnya sedikit, daripada buku yg banyak bejibun, namun buku yg jadul. Hehe, ya itu pilihan sih, buku lama disumbangin gakpapa, asalkan secara fisik masih layah, dan isinya berkualitas, krn pasti akan disortir.
Untuk 2 donatur hebat, saya mengucapkan terimakasih banyak, secara pribadi dan mewakili anak-anak penerima manfaat, semoga amal kebaikan senantiasa mengalir. Aamiin.

bersama pak sulastama

feat Mr Parvez
bersama Mr. Parvez

Advertisements

Jatuh Bangun Merintis Komunitas Sosial.

Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku, ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku (M.Hatta)

Sejak awal merintis Komunitas @GMMengajar, saya sadar betul bahwa musti siap dengan segala resiko yang ada, berhasil atau gagal, musti siap badan dan juga siap dompet. Siap badan maksudnya ialah pengorbanan waktu yg lebih, iuran kehadarian badan kita untuk setiap kegiatan komunitas. Mengorbankan waktu pulang mudik kerumah kalo ada kegiatan yg kebetulan bentrok dg kegiatan komunitas, sampai pernah dapet julukan “bang toyib’ karena saking jarangnya pulang. Hehe… sedangkan siap dompet maksudnya ialah ya si Founder itu siap berkorban isi dompetnya untuk menggerakkan komunitas, termasuk saya dulu sering banget puasa agar bisa menyisihkan uang , meski tak seberapa tapi lumayanlah bisa untuk menunjang operasional komunitas. Kalo ada kekurangan operasional atau apapun ya siap buat nalangin.

@GMMengajar Awalnya hanya sebuah gagasan iseng aja, bagaimana gerakan mengajar itu bisa diterapin di kampus2, kalo Indonesia mengajar kan musti lulus dulu, baru bisa ikutan, nah muncullah ide Gadjah Mada Mengajar, belum lulus bukan hambatan donk buat kontribusi.

Meskpun namanya Gadjah Mada, namun siapapun bisa ikut ambil bagian koq untuk menggerakkan komunitas tersebut, kan gak ada kata “universitas” di depannya, sehingga relawan kami pun bukan hanya anak-anak UGM saja. Dari kampus lain juga boleh banget. Awalnya hanya buat S1 aja, namun krn banyak juga anak S2 yg mau kontribusi, ya peluang dibuka seluas-luasnya.

2010… Pasca erupsi merapi, suka banget saya ngajar TPA, masa darurat Usai, ya usai juga para relawannya, alhasil gak ada lagi yg ngajarin anak-anak To. Maka dari itu, dibuatlah komunitas mengajar ini, setidaknya ya buat bantu Follow up ngajar di Merapi, Pernah juga saya mengembangkan di daerah kampung pemulung Timoho. Sekarang juga berkembang di bantaran Kali Gadjah Wong Jogjakarta, serta anak-anak pedagang Kaki Lima yg sudah dilokalisasi di FoodCourt UGM.
2010-2013, tentunya banyak sekali perubahan, gonta ganti sistem, jatuh bangun juga biasa, bahkan bentrokan antar anggota juga pernah terjadi, di protes oleh salah satu anggota juga pernah juga. Ya, ketika saya membuat kebijakan yang “tidak populis”, bimbingan belajar yang tadinya lengkap (IPA, IPS, matematika, Inggris), karena saking padetnya saya kerucutkan mejadi 2 saja (Matematika, Inggris alias mapel yg dianggap sulit) sedangkan IPA dan IPS masuk ke mapel umum yg bisa ditanyakan, disamping waktu lain bisa dimanfaatkan utk kegiatan yg sifatnya soft skill. Alhamdulillah, para volunteer (terutama pengajar IPS yg sempet komplen “kenapa dihilangkan??”) akhirnya bisa memahami apa keputusan saya. Ini demi kebaikan komunitas, Kasian juga kalo anak-anak terlalu dapet banyak materi, sedangkan mereka sendiri juga udah dapet materi di sekolah. Saya pun sadar belum bisa mengakomodir semuanya.
Bahkan, saat ini mulai thn 2012 muncul program Sunday Morning School, jadi yang awalnya ngajar 1 minggu 2 hari, kini menjadi 1 hari saja di hari Minggu. Ya, ini dirasa efisien, mengingat para volunteer juga mahasiswa yg juga sibuk dg kegiatan kuliahnya.
Tantangan besar dalam komunitas ialah “menjaga semangat” para volunteer, mengingat kegiatan ini dilakukan secara rutin, meskipun ada yg berguguran di tengah jalan, memang itu resikonya. Saya anggap itu adalah dinamisasi dlm komunitas. Bahkan pernah ya, yang ngajar hanya 1 anak aja. Sedangkan adik-adiknya banyak. Kuwalahan. Tapi, itu kenikmatan tersendiri. Bahkan pengalaman itu tak bisa dibeli oleh apapun.
Bagi saya semua berproses, berproses untik menjadi lebih baik lagi. Termasuk dalam pengembangan komunitas sosial. Saya senang, konsep mengajar di kampus ini banyak di duplikasi baik di UGM mapun luar UGM, kini berkembang HMJ atau lembaga yg juga tertarik dg kegiatan sosial mengajar, katakanlah skrg muncul LSiS mengajar di gawangi oleh anak2 Fak. MIPA UGM, Fisipol Mengajar, Brawijaya Mengajar, UNEJ Mengajar dan lain sebagainya. Ya saya senang. Karena kebaikan itu menular koq. Di Forum Nasional Konferensi Pendidikan Mahasiswa Indonesia juga saya sudah mengusulkan adanya Gerakan Mengajar Mahasiswa Seluruh Indonesia. Makin banyak kampus yg ambil bagian, itu makin baik. Hehe, nah kalo bagi yg udah lulus kuliah gabungnya kan di Indonesia mengajar bisa.
Sekali lagi, semua berproses. Alhamdulillah sering dengan berjalannya waktu, kepercayaan publik pun makin tumbuh, bahkan untuk fundrising pun sudah mulai dapet support publik. Sampe pernah saya pergi ke sebuah SD terpencil di kabupaten Blora, SDN 2 temuireng, yang disana anak-anaknya gak punya sepatu untuk sekolah. Jumlah muridnya ada 59 anak. Waktu itu saya hanya punya niat “semoga ya bisa memberikan sepatu buat anak-anak SD itu”. Niatan itu saya tulis di wall Facebook, sambil aku post foto salah satu Murid SDN 2 Temuireng. Hmm..ajaib, gak sampe 10 menit ternyata sudah ada salah satu temanku yang mau bantu untuk beli 59 sepatu untuk mereka. Yah, gak sampai 10 menit niatan baik itu terwujud, terimakasih pada Mr. Parvez Aalam, sahabat saya dari Finland yg telah support 59 sepatu. Kekuatan sosial media sungguh luar biasa, apalagi akalo diimbangi lagi dengan kredibilitas orang yg punya akun, Insya Allah akan sangat membantu sekali berjalannya kegiatan sosial dimanapun berada. Krn saya ingin sekali membangun bangsa dan negara ini dengan perbuatan tanganku sendiri seperti apa kata bung Hatta
Jangan menyerah, selama dalam kebaikan disitu pasti ada jalan. Insya Allah.
@danursosmas
Founder Gadjah Mada Mengajar.
IMG_1505

nikahan Anita dan Handy “Dari RDK UGM menuju kursi Pelaminan”

anita

wah…selamat ya pada bapak RDK dan Ibu Buma, yang kahirnya bertemu di pelaminan. Tidak menyangka banyak pasangan yg disatukan dalam event RDK alias Ramadhan di Kampus. Selamat selalu, semoga menjadi keuarga yang sakinah, mawaddah. warahmah. aamiin. besok anak2nya juga masuk RDK lagi kali ya. haha,

pengalaman di ke Ponorogo kmarin, mungkin udah kultur masjid di ponorogo ya kalo masjid itu airnya hanya pancuran/kran, dan ga ada kamar mandinya, muter2..gak nemu juga masjid yg ada kamar mandinya, akhirnya milip[ir ke Pom bensin, sholat dan ganti baju disana.

demikian juga dengan perjalanan pulangnya yg gagal wisata ke waduk gadjah mungkur, lah, sudah kemaleman.

Hmm…apapun itu, senang sekali bisa hadir dalam nikahan Anita dan Handy. doa kami selalu membersamai

by. Keluarga besar RDK dan FORSAT Jamaah Shalahuddin UGM.

#Jumbernasi

Bismillah..#jumatberkah ayo isi dg kegiatan yg membawa keberkahan. Nah salah satunya yaitu kegiatan unik ini jumat berbagi nasi #jumbernasi

Sy lbh suka nyebut #jumbernasi, kegiatan awalnya ya sederhana berbagi nasi bungkus di masjid2 di #wonosobo. Dikawal sm rekan2 @MSwonosobo

Jumat ini, the first time, pengalaman pertama sy ikut bantu2 #jumbernasi. Makasih ya pd Bu Neny yg udah kasi kesempatan sy utk bs bantu2.

Para pegiat jumat berbagi adalah agen2 makelar sedekah. Kalo di #wonosobo sila follow @MSwonosobo . @masmono08

Kalo versi sy biar mudah hastagnya #jumbernasi ya. Intinya jumat berbagi #jumber. Sedekah nasi bungkus. Gampangannya gitu.

Sy belajar dr bu Neny slh satu pegiat @MSwonosobo . Berbagi dg hal yg sederhana tp riil. Sedekah nasi bungkus tiap jumat. #jumbernasi.

Saya salut, #jumbernasi dr #wonosobo bisa di duplikasi di semua daerah hingga luar pulau.

Start up dulu, #jumbernasi hanya dilakukan di masjid jami’ #wonosobo. Ternyata banyak respon positif dr masyarakat.

Kini #jumbernasi berkembang di masjid2 lain di kab #wonosobo. Misal masjid al mansur kauman, masjid al huda kertek, masjid di RSI juga ada.

Makin hari makin berkembang. Kedepannya juga, insya Allah. Bahkan daerah2 lain juga berkembang #jumbernasi.

Bagi sebagian orang mgkin ada yg nganggap. “paling cuma nasi bungkus”. Eh, jangan salah. Bagi org mampu mgkin iya, tp sbungkus nasi berharga

Berharga sekalu bagi jamaah yg memang dlm kondisi kekurangan saat itu. Krn gk smua org bs makab siang loh. #jumbernasi

Misalnya aja tadi waktu sy bantu bagi2 nasi, ada bapak2 profesinya pemulung, bliau sampe ngucapin terima ksh berulang kali.

Alhamdulillah ucapnya, ini rejeki, bliau pun minta ijin utk membawa 2 bungkus. 1utknya dan 1 Utk keluarga dirumah. #jumbernasi

Sebungkus nasi bgitu berhrga bagi mrk yg membutuhkan. #jumbernasi.

Ada hal unik yg dilakukan pegiat @MSwonosobo . Stlh bagi2 nasi mrk pny target utk bagi2 sembako bg masyarakat dhuafa. Semacam Sembako kaget

Sembako kaget ini diberikan pd dhuafa yg mjd target operasi. Bg yg pny daerah target jug bs diusulkan loh.. Hehe syarat n ketentuan berlaku.

Sekali bagi2 sembako pd target. Biasanya 40 paket. Diberikan pd 40 KK. Dg nominal min. 50 rb per paket.

Isinya macam2, kebutuhan sembako (beras, gula, mie, kecap). Dll.. Sungguh, bagi masyarakat dhuafa ini bener2 berharga. Tb2 dapet sembako.

Sayangnya #jumat ini sy blum berkesempatan utk bantu2 bagi #sembako kaget. ‘Hari ini libur dek’ kata bu Neny. Smoga ya bu jumat dpn berlipat

Yup #jumatberbagi. Meski sederhana tp sangat bermakna.Mari sukseskan! Smog makin berkembang n membawa keberkahan. Aamiin. Slm. @danursosmas

Educate #jenggeran di kaki Gunung Sumbing, Wonosobo

Bulan April Lalu saya pergi meninjau beberapa sekolah di kab. Wonosobo, sekolah yang saya kunjungi ini berada dekat pada puncak gunung Sumbing. Sebenarnya dulu pernah saya kultwitkan, rangkumannya via @danursosmas, nah untuk refresh kembali saya tuliskan kembali,
1. #jenggeran mrpkn dusun di butuh kidul,daerah pemekaran dr desa Butuh. kecamatan kalikajar #wsb. daerah paling atas di lereng #sumbing.
2. jalan menuju #jenggeran sangat bagus. cocok bagi anda yg suka track terjal berliku. jalan rolak batu krikil. kalo gak ati2 bisa kepleset
3. pendidikan di #jenggeran mayoritas hny lulus SD. hbs itu merantau ke kota. jd buruh. yg lanjut SMP minim krn kendala jarak srta fasilitas
4. jumlah muridnya di SD 5 Butuh ini sbb , kelas 1 = 13, kelas 2= 20, kelas 3= 17 , kelas 4, kelas = 20 , kelas 5= 18 , dan kelas 6 = 20. Jadi totalnya ada 108 Siswa.
5. Yang memprihatinkan, belum ada sarana perpustakaan di SD Butuh 5.
6. Padahal yang namanya perpustakaan merupakan keutuhan vital untuk kegiatan belajar mengajar siswa.
7. Dengan adanya perpustkaan akan menambah wawasan literasi siswa
8. Jumlah gurunya pun hanya berjumlah 6 orang, ya, terbatas juga.
9. Fasilitas minimalis juga akan menghasilkan lulusan yang minimalis.
10. sarana olah raga pun juga hny memanfaatkan halaman sekolah. #jenggeran.
11. Namun, hal yg perlu dibanggakan, bahwa prestasi yg sering diperoleh dr SD butuh 5 #jenggeran yaitu bidang olah raga tingkat kecamatan kalikajar. kab @wonosobo
12. Nah, SD ini insya Allah salah satu SD yang akan saya recomendasikan menjadi salah tempat kegiatan “Dunia Menginspirasi” bersama anak PPI Turki di bulan agustus nanti
13. Salah satu outputnya adalah, mendirikan perpustakaan disana, Insya Allah.2013-04-27 09.45.16