Semangka Kotak Jepang, Hoax??

1_semangka2 Dunia makin praktis, modifikasi buah pun marak dikembangkan, seperti di Jepang yang mampu memodifikasi bentuk Semangka. Selain semangka kotak, muncul juga semangka-semangka berbentuk lain. Yang sudah pernah diperlihatkan diantaranya semangka segitiga, semangka bulat raksasa, semangka bentuk hati, dan yang bikin heran lagi, konon ada semangka bentuk muka orang! memang banyak cara untuk membuat bentuk semacam itu, mungkin bisa dimulai dari rekayasa pertanian. Di proses pencetakan bentuknya. Namun taukah, bila orang Jepang sendiri malah tidak mau (jarang membeli semangka kotak produk mereka), pertanyaan dari pak dosen sore ini, tidak terjawab oleh teman-teman MMA. Jawabannya sederhana, Ya jepang memang bisa merekayasa bentuk, tapi tidak bisa merekayasa isinya. Meski di luar bentuknya kotak, tapi isinya tetaplah bulat. Kenapa gak mau makan yang kotak? Karena rugi, isi didalamnya sedikit, sementara kulit luar yang banyak. Nah, kalo gitu semangka kotak Hoax donk?? Tidak, karena tujuan inovasi ini adalah untuk kepraktisan dan hemat tempat, tentunya tiap inovasi punya kelebihan dan kelamahan masing-masing.

Harga semangka modifikasi juga lebih mahal daripada semangka normal, sekitar 4000 yen (Rp.320.000) semangka kotak, semangka segitiga sekitar 30.000 yen (2,4 juta rupiah), tapi harganya cukup bervariasi tergantung besarnya semangka.

Advertisements

Nothing Is Free

nothing is free
Mau bisa sekarang atau mau bisa nanti ketika bekerja?? Itulah kalimat yang selalu diucapkan Oleh Prof Indra Bastian pada kuliah #CostAccounting. Ya, mau bisa sekarang atau mau bisa nanti ketika bekerja?? Bab 1 dan 2 #CostAccounting membahas soal strategy organisasi perusahaan dan CALK(Catatan atas Laporan Keuangan). Soal belanja perusahaan ini harus benar-benar dijabarkan secara detail, jangan lalai sedikitpun karena bisa fatal akibatnya.
Setiap sesi kuliah itu ada implementasinya , kuliah kita bukan hanya abstrak saja, tapi bener2 dilaksanakan baik di perusahaan national maupun multi national. Kuliah kita adalah kuliah yang praktis teknis. Semua aktivitas perusahaan itu bisa dipelajari, caranya dengan melihat annual reportnya, kita bisa tau performa perusahaan berbabasis data yang detail.

Kalau bisa belajar secara detail dan rinci maka akan mengantar ke kuliah yang lainnya. Kalau kerja, Cuma duduk minum kopi, itu sebeneranya ada biaya kopi. Kalau Cuma duduk 2 jam, menikmati dinginnya AC, sebenarnya itu juga ada biaya untuk AC. Mau kerja sambil baca koran, itu juga ada biaya langganan koran. Setiap biaya harus detail, dijabarkan untuk apa saja, tentu itu untuk mengontol cost nya. Setiap aktivitas itu ada biayanya. Mau bisa sekarang atau nanti?? Pad a dasarnya setiap tugas yang diberikan akan menjadikan agar kita menjadi ahli.
there is no free lunch!

Anomali Migas Indonesia

Kedaulatan energi adalah hak seluruh rakyat, bangsa dan negara untuk menetapkan kebijakan mengelola energi secara mandiri, tanpa campur tangan negara lain.
Sesuai Pasal 33 UUD 1945 ayat 3
“ bumi, air, dan segala kekayaan yang terkandung didalamnya dikuasi oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat”
Namun pada realitasnya bila kita melihat UU Migas no 22 tahun 2011 tentang migas, bahwa pengelolaan migas kita masih belum jelas keperpihakannya, misal :
– Pengelolaan migas bertentangan dengan UUD 1945, karena dinilai membuka liberalisasi dan intervensi asing atas pengelolaan migas Indonesia. contohnya saja dengan adanya UU No.25 tahun 2007 tentang penanaman modal bahwa sektor migas dan sektor pertambangan boleh dikuasai oleh sektor asing hingga 95%, inilah celah yang menyebabkan peta pengelolaan minyak Indonesia didominasi oleh asing.
– Pengaturan energi di Indonesia masih ditempatkan sebagai komoditas pasar, bukan komoditas strategis bangsa
– Tidak adanya keperpihakan pada perusahaan dalam negeri. Contoh Peranan Pertamina ditempatkan sama dengan perusahaan swasta lainnya, dimana untuk mendapatkan izin eksplorasi Migas, Pertamina harus mengikuti tender. Padahal bila dibandingkan dengan Petronas, dulu perusahaan ini muridnya Pertamina, namun justru perkembangannya kini bisa melebihi Pertamina dikarenakan Petronas mendapat dukungan penuh dan diberi kesempatan untuk mengolah migas secara mandiri hingga bisa berkembang menjadi komoditas strategis yang kuat di negaranya, kemudian Petronas bisa ekspansi keluar negeri termasuk Indonesia.

Keberpihakan Pemerintah
Sejauh ini keberpihakan pemerintah masih belum nampak dalam beberapa kali perebutan konsesi antara Pertamina dengan perusahaan asing, Pertamina selalu menjadi pihak yang dikalahkan, seperti dalam konsesi
1. Blok Cepu dikuasi exon Mobil
2. Blok Mahakam oleh dikuasai Total E&P
3. Blok Madura oleh China Nastional Offshore Oil Corporation

Kenapa selalu dimenangkan oleh asing? Alasanya simpel, pemerintah menganggap bahwa Pertamina belum cukup qualified dalam mengelola migas, kualitas SDM masih rendah, dan belum cukup mumpuni teknologinya. Dari kasus tersebut layak kita bertanya, kapankah Pertamina akan maju, kapankah kita akan berdaulat mengelola migas secara mandiri bila dalam pengelolaan selalu dikalahkan oleh asing.
Perlu diketahui bahwa saat ini Penggunaan Ladang Migas di Indonesia
o 74 % dikelola perusahaan asing
o 22% dikelola BUMS Nasional dan BUMN (termasuk Pertamina)
o 4% dikelola perusahaan Konsorsium perusahaan asing

Pemerintah seakan lebih cenderung mempercayakan pengeloaan migas kepada asing. Bahkan diperparah lagi dengan perpanjangan masa kontrak, misalnya saja di blok Mahakam, Kontrak karya antara pemerintah dengan total E&P Indonesia dan Inpex Copada 31 Maret 1967 selama 30 tahun. Pada tahun 1997 kontrak diperpanjang sedikitnya hingga 20 tahun lagi, yang akan berakhir pada 31 Maret 2017. Sehingga sangat wajar bila peta pengelolaan Migas lebih didominasi oleh pemilik modal yang mampu membayar lebih untuk memperpanjang kontrak pengelolaan migas.

Penyelewengan Biaya Eksplorasi
Cadangan potensial yang tersisa di blok Mahakam diperkirakan masih sekitar 12,1 triliun pada maret 2017, dan berpotensi menghasilkan pendapatan kotor sekitar US$ 187 miliar atau sekitar Rp.1.700 triliun/tahun. Tentunya dengan potensi tersebut, perpanjangan kontrak blok Mahakam sungguh kontra produktif.
Dalam APBN-Perubahan 2012, biaya eksplorasi dianggarkan sebesar US$ 15,16 yang meningkat bila dibanding APBN 2012 yang hanya sebesar 12,33 US$, idealnya jika biaya eksplorasi naik maka migas yang ditempa juga akan naik, tapi anehnya peningkatan cost recovery tersebut tidak secara signifikan menaikkan produksi minyak di Indonesia, malah justru terjadi penurunan. Ini sungguh anomali.

Solusi
Kedaulatan energi bisa diperjuangkan melalui cara Revolusiner yaitu melalui nasionalisasi sektor migas, seperti venezuela yang melakukan nasionalisasi karena memang memiliki cadangan migas yang banyak. Namun bila memang dirasa belum PD bisa menggunakan cara yang lebih soft yaitu Evolusioner, melalui :
1. Tidak memperpanjang kontrak karya dengan pihak asing yang sudah habis
2. Merubah paradigma bahwa komoditas Migas merupakan komditas strategis bukan hanya komoditas pasar
3. Amandeman UU no 22/2011 tentang migas dan UU 25 tahun 2007 tentang penanam modal
4. Merevisi UU dan Peraturan di bidang energi agar selaras dengan pasal 33 UUD 1945

Referensi
Radhi, Fahmi. 2013. Penguasaan dan Pengelolaan Ladang Migas untuk Kedaulatan Energi Indonesia. Seminar Pusat Studi Energi UGM 26 September 2013. peta migas

Rahasia segarnya Kelengkeng Thailand

Buah kelangkeng impor yang dikirim dari Thailand, masih terasa segar ketika sudah sampai di Indonesia, padahal buah kelengkeng tersebut melalui perjalanan yang cukup jauh, dan memakan waktu berhari-hari.
Apa rahasia biar tetap segar agar sampai Indonesia?
1. Pemetikan buah : buah yang dipetik menggunakan gunting, buah kelengkeng dokondisikan agar tidak jatuh ketanah, mereka menggunakan keranjang khusus agar jangan sampai lecet atau kena goresan, karena jika ada buah yang terluka akan mempercepat proses pembusukan
2. Penyimpanan
Penyimpanan dilakukan pada cold storage dengan suhu tertentu, buah disemprot dengan gas CO2, dan didiamkan selama 1 hari. CO2 inilah yang nantinya berfungsi untuk memperlambat proses pembusukan selama dalam perjalanan. Sehingga ketika sudah sampai kepada pembeli kandungan CO2 mulai normal karena mengalami penguapan selama di perjalanan

Bersama Kesulitan

bersama kesulitan
Fa inaa ma’al ‘usri yusra.., inna ma’al usri yusra.. Faidzaa faraghta fanshab.. wa ilaa rabbika farghab
“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.”
(QS (Al-‘Asyr) 94:5-8)
Dalam bahasa arab kata ‘ yusra ‘ yang artinya mudah maknanya kemudahan yang tiada terhingga, sementara kata ‘ al-usri ‘ yang artinya sulit menunjukkan kesulitannya spesifik ke satu objek. Dan kata ini diulang sampai dua kali, yang dapat diambil makna bahwa Allah ingin memberi penekanan atau penegasan tentang janjiNYA ini, bahwa setiap ada kesulitan Allah memberikan kemudahan setelahnya, dan kemudahan yang tiada terhingga, bisa satu, dua, sepuluh, 100,1000, dst…

kata ‘ faraghta ‘ berasal dari kata ‘ faragha ‘ yang artinya kosong. Namun kosong disini ibarat kosongnya sebuah gelas yang sebelumnya terisi penuh. Sehingga bisa dimaknai bahwa kehidupan seorang mukmin adalah sebuah ritme perputaran waktu yang tak pernah putus akan aktivitas yang selalu membawa manfaat, dan aktivitas itu berlangsung secara simultan, terus menerus tanpa putus, ketika selesai sebuah pekerjaan, tiada jeda untuk waktu yg terbuang sia-sia kecuali kembali melanjutkan pekerjaan lain”. Seorang mukmin waktunya senantiasa produktif sehingga tidak dibiarkan waktu yang terbuang sia-sia

Kemudian Allah menyandingkan janji akan ada kemudahan yang diberikan ketika kesulitan datang dengan anjuran untuk bekerja terus menerus (supaya manusia mau berusaha/bekerja sungguh-sungguh tanpa putus dengan keyakinan bahwa Allah selalu memberi kemudahan)

kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap
Ketika manusia sudah mengerahkan segala ikhtiar , maka tawakkal adalah puncak diatas segala ikhtiar. Hasil kembalikan pada Allah, karena tugas seorang manusia hanyalah berusaha semampunya..
Orang harus bersandar pada Allah bukan pada pekerjaannya, kenapa? Kalau sukses ia akan sombong, tapi kalau gagal maka akan berputus asa.
Senantiasa Khusnudzon inilah yang akan mendatangkan harapan, harapan itu lah yang akan mendatangkan sebuah gerakan untuk perbaikan.
Kadangkala kita menghadapi sebuah masalah hanya mengeluh, namun tidak banyak berpikir bagaimana untuk an menyelesaikan masalah tersebut, dan mari selesaikan apa yang bisa diselesaikan, jangan lagi menunda untuk menyelesaikan masalah meskipun itu persoalan yang kecil. Misalnya aja bagi mahasiswa, menunda mencuci baju pun bisa jadi masalah jika tidak segera dicuci, akhirnya menumpuk dan menghambat kegiatan-kegiatan lainnya. :D,

Kadangkala karena subjektivitas kita yang terlalu tinggi, kita tidak bisa melihat hikmah dibalik semua kejadian. Sudah kadung menutup hati itulah yang kadang membuat kesulitan makin mempersulit diri.
Hikmah itu ibarat mata air bagi orang yang beriman, maka ambillah dimanapun mata air itu berada. Termasuk mengambil hikmah dari sebuah kesulitan.
Kaum muslim dimasa Umar bin Khatab, ia perintahkan pasukannya ke wilayah Asia, kalau di timur tengah ada sungai tapi gak ada airnya, kalau di asia, ada sungai sekalgus airnya, maka pasukannya bingung karena mereka sama sekali tak melihat sungai dan tidak pernah menyeberang sungai dengan kudanya. Berhari-hari mereka menginap dan berdiskusi, bagaimana caranya agar visa melewati sungai tersebut. Sampai akahirnya ada yang bermimpi bahwa kuda-kuda itu menyeberang secara bersama-sama. Dan hal itu diuji cobakan, memang jika menyeberang sendiri kuda-kuda tersebut takut, namun tidak bila bersama, dan akhirnya mereka pun berhasil melintasi sungai. Dan bergegas melanjutkan perjalanan berikutnya. Coba bayangkan jika mereka tak mau mencoba, maka selamanya mereka takkan pernah sampai pada tujuan.
Kapasitas orang dalam berpikir itu akan berbanding lurus dengan kedewasaanya, kadangkala Allah akan membuka sebuh pintu ketika sudah tiba waktunya nanti, setelah melewati berbagai macam kesulitan. Yakinlah Asa itu akan dijumpai.
Memang segala sesuatu itu sudah ditentukan oleh Allah, namun, Allah juga memberi Kita untuk berikhtiar dengan seungguh. Jadi ya…Mari Move On… bergegas ke urusan yang lainnya..
**improvisasi kajian kamis sore, Himmpas UGM. 19 September 2013

Firm Productivity

Firm Productivity

Faktor yang mempengaruhi produktivitas dibagai menjadi 2 hal yaitu faktor internal dan eksternal, yang termasuk internal berupa managerial process, motivation, dan managerial leadership. Faktor internal inil yang menentukan tingkat produktivitas perusahaan, jika managerial bagus, proses produksi tertata rapi, motivasi pekerjanya juga sangat tinggi maka akan lebih meningkatkan produktivitas dari perusahaan
Sedangkan faktor eksternal meliputi Goverment regulation, Inovasi, teknologi yang digunakan, faktor ekstrenal ini sifatya sebagai penunjang. Bila regulasi pemerintahan mendukung, inovasi dan teknologi yang digunakan selalu diperbaharui, maka tingkat investasi perusahaan juga makin naik , invesatasi naik maka proses produksi dari perusahaan juga makin meningkat
Tolak ukur Productivitas sendiri masih dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Produktivitas total = Output/ Input
2. Produktivitas partial, contohnya
– Produktivitas tanah = Output/luas lahan
– Produktivitas tenaga kerja = output/ jumlah Hari orang Kerja (HOK)
– Produktivitas Modal = Output/ Totacl Cost

Tolak ukur produkvitas , bisa dijabarkan menjadi suatu proses Input- Proses – Output
Input (Faktor Produksi) Proses Produksi Ouput
SDA, SDM, Pengelola Perpaduan input dengan teknologi tertentu agar Efektif dan efisien Berkualitas, berdaya saing, reasonable price, profitable, memuaskan konsumen
Product design Product design

**catatan kuliah dasar-dasar managemen produksi, magister managemen agribisnis UGM