Peci Hitam, Bung Karno dan Bung Hatta

sukarno-hatta

Bagi orang-orang yang beripikir mungkin muncul pertanyaan, kenapa hampir semua pejabat di Indonesia memakai “Peci Hitam” mulai dari pelantikan pejabat, acara-acara yang sifatnya resmi, foto presiden , upacara kenegaraan dan lain-lain. Nah, kalau mengingat lagi sejarah Bung Hatta, kita akan menemukan hal yang mungkin dianggap remeh, berkaitan dengan “Peci Hitam” . Ya, Bung Hatta lah yang mengusulkan adanya simbol kebangsaan dalam diri pemimpin Indonesia yang diejawantahkan dalam penggunaan “Peci Hitam’ .

Lalu kenapa Peci Hitam?? Tentu ada nilai Filosofisnya “peci Hitam” yaitu Peci yang senantiasan melekat di kepala pemimpin, sehingga ketika menjadi pemimpin hendaknya selalu menggunakan akal dalam setiap tindakan , namun tetap senantiasa mengingat menjunjung tinggi ketuhanan yang Maha Esa (mengingat peci sering dipakai oleh umat islam). Berbeda dengan negara barat yang hanya memakai topi di kepala, tapi hanya melekat pada akal namun tidak mengingat pada tuhannya alias menjadi negara yang liberal. Peci hitam kini jadi lambang nasionalisme Indonesia, bung Karno dan Bung Hatta pun telah memperkenalkan ke seluruh penjuru dunia . bahkan kemanapun Bung Karno dan Bung Hatta sellau memakai Peci Hitam. Coba cari Foto-foto Bung Karno. Hampir semuanya memakai Peci Hitam. :D. Bahkan tak sembarangan orang pun bisa menyentuh Peci Bung Karno ini lho… 🙂

Pengaruh Bung Hatta lah Peci Hitam masuk ke ranah kultur politik, sehingga bila dilihat
dari sudut politik memang peci hitam sudah ditetapkan sebagai simbol kebangsaan bahkan merupakan simbol kenasionalan. Termasuk di antaranya adalah kebaya (untuk wanita). Meskipun demikian, peci, yaitu peci hitam, tidak merupakan satu-satunya simbol kebangsaan. Simbol kebangsaan lainnya antara lain bendera merah putih, lagu Indonesia Raya, Garuda Pancasila dan semacamnya.
Contoh1
Dalam pelantikan kabinet, maka mereka yang pria diwajibkan mengenakan peci. Sedangkan yang wanita harus mengenakan pakaian kebaya.

Contoh2
Dalam upacara paskibraka, maka pria-wanita diwajibkan memakai seragam yang telah ditetapkan. Juga, pria-wanita wajib mengenakan peci tersebut. Ya, dulu pengaruh islam memang sangat kuat dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Termasuk usaha kemerdekaan Indonesia, banyak sekali tokoh-tokoh Islam yang berjasa dalam usahama kemerdekaan Indonesia. Termasuk simbol bendera merah putih juga usulan tkoh islam, simbol islam Merah dan Putih, itulah sebabnya mengapa di berbagai negara yang mayoritas Islam selalu ada unsur warna merah dan putih.

Selamat Sumpah Pemuda, dan mari selalu ingat sejarah bangsa ini, kita jaga bersama Peci sebagai simbol kebangsaan Indonesia.

**Inspirasi Pengajian Kebangsaan di Pusat Studi Pancasila UGM. 28 Oktober 2013
@danursosmas

Kedaulatan Listrik

Sabtu Pagi 27 Oktober 2013 ini menikmati sajian diskusi “Kedaulatan energi” . Pertanyannya : Masihkah sektor BBM ini tetap menjadi basis utama bahan bakar nasional di tahun-tahun berikutnya??? Ya tentu Jawabnya jelas, “Tidak”. Kita sudah tak bisa lagi bertumpu pada BBM sebagai basis utama, jelas tidak efisien, apalagi ditambah dengan kebijakan pemerintah yang belum berpihak pada rakyat. Langkah alternatif untuk menghemat BBM, bisa dengan mengganti BBM untuk listrik menjadi gas. Sebagai sumber energi listrik. Ini penting. Ini harus dilakukan, dan ini seperti halnya mengembalikan ikan masuk ke dalam air lagi lagi. Mengembalikan hal yang seharusnya dilakukan oleh para pemangku kebijakan, ambil manfaat dari Kenaikan BBM kali ini, sebagai momentum tepat pergantian basis BBM.
Memang, kita kan masih banyak menggunakan BBM, dengan harga 30 sampai 40 sen per kwh. Padahal kalau digerakkan oleh batu bara, itu kira-kira 6 sen dolar. Kalau menggunakan gas 7-8 sen dolar per kwh. Geothermal 8-9 sen dolar per kwh. Jadi, kesimpulannya lebih murah , maka itu harus perbanyak. PLN sudah mengagendakan pembangkit listrik tenaga gas, dengan biaya sekitar 700 rupiah. Di jakarta sudah ada pembangkitnya, namun yang terjadi justru stok gas nya gak ada, kenapa?? Karena gas yang dari papua dijual murah ke luar negeri. Lagi-lagi pengelolaan gas malah diberikan ke china, dari china dijual bebas keluar negeri dengan harga lebih murah.
Sekarang, bandingkan, LPG 3 kg. Itu 3 kali lipat harganya dari gas yang dijual ke China. Lah sekarang ini malah akan ada rencana kalo ada kebijakan RFID setiap motor dipasang, setiap kendaraan akan dimata-matai untuk mengetehui berapa pemakaian bensin tiap motor. Ujung-ujungnya dikasih jatah, misalnya setiap motor sebulan 10 liter, nah kalo sudah melampaui 10 liter, maka bensin udah gak bisa keluar dari ke motor ini. Apakah tidak ada hal lain yang lebih strategis yang bisa dilakuan selain dengan memata-mati rakyatnya??
Sebenernya masih banyak hal yang bisa dilakukan, yaitu dengan mengelola migas dengan benar. Tidak salah kelola. Karena selama ini pengelolaan migas Indonesia itu salah kelola, Ini hanya salah satu indikatot bahwa energi kita ini salah kelola
1. Salah kelola karena pengelolaan tidak berdasar konstitusi
2. Tidak pro rakyat. Negara kaya migas, namun negara miskin.
Konsumsi listrik, menggambarkan tingkat kemakmuran. Di Malaysia itu 4 kali konsumsi listrik per kepala keluarga, konsumsi dunia itu 3 kali lipat Indonesia. Ini di Indonesia masih 30% masyarakat indonesia yang belum teraliiri listrik, yang sudah mendapat listrik aja masih harus sabar karena byar pet hidup mati terus. Ironisnya Ini terjadi di negara yang justru pengkespor batu bara terbesar di dunia, kita juga kaya gas, bahkan kaya geotermal. Lalu kurang apa?
China 1 Milyar aja mampu menciptakan lapangan kerja, dan tidak menyuruh rakyatnya jadi penghasil devisa negara melalui jadi ibu rumah tangga. Dimana rasa kebangsaan kita?? Secara geologis Indonesia sangat kaya, sumberdaya (resources ) migas, mineral batu bara. Tidak semua negara diberi anugerah berupa resources sebanyak Indonesia, hampir semua ada di Indonesia. Misalnya aja kita lihat dari 3 komoditas saja, nilai cadangan migas mita.
1. Minyak 7, 73 Miliar/barel, nilainya mencapai $ 850 milyar
2. Gas 152,9 Trilun/CF, , nilainya mencapai $ 2293 milyar
3. Batu bara 28,17 miliar Ton, , nilainya mencapai $2817 milyar
Hmm…coba kalau pengelolaan energi kita bener…niscaya rakyat akan makmur minimal dengan hidupnya listrik yang merata di seluruh Indonesia.

Reference : diskusi feat Dr. Kurtubi
listrik

DREADLOCKS KIDS – Crownless King from Dieng

What comes to mind when you hear the word dreadlocks? Most would probably immediately think about Bob Marley. But it’s a different case for kids with dreadlocks in Dieng, it grows by itself and makes them become the “king” for a while

Anak-Gimbal - Copy
For most people, dreadlock is a reflection of lifestyle choices, but not for the dreadlocks children in the Dieng Plateau. As the land is still believed as the home for the God, mystical aura and many other myths are still famous in the life of society. One of the most interesting is the phenomenon of these dreadlocks children. Dieng dreadlocks children was born normal, just like the other children. At one point, suddenly their hair becomes dreadlocks. Various studies to scientifically investigate the cause have not found any logical reasons of the dreadlocks growth.
In daily life these children are not treated differently compared to their friends. It’s just that they tend to be more active, strong and somewhat mischievous. When dreadlocks children are playing together, they tend to fight each other. Dieng residents believe they are descended from the ancestral founder of Dieng and there is a supernatural being that “inhabit” and “maintain” these dreads. Dreadlocks are not passed on genetically. In other words, no one knows when and who will receive this gift. It is said that the ancestral founder of Dieng, Ki Ageng Kaladite left the message to people to keep and take care of children with dreads.

The Wishes should be Granted
Dreadlocks would not be forever lodged in the child’s head. Through a traditional ceremony, these hair should be cut due to a belief that if it left up until the child grow up, it would bring disaster for the child and his family. The cutting procession should not be careless. Dreadlocks children themselves determine the time. If he has not asked for the cut, it will continue to grow even though it was cut off many times. In addition to the rituals that must be held, the parents must also meet the demand of the children.

Whatever they request, as weird and difficult as any, shall be provided at the time of the ritual. They usually would ask for various things. From a bicycle, a rooster, even a truck full of cow or a car which is difficult to fulfill. I’m imagined how difficult it could be if you have a dreadlocks child. Moreover, people believe that all desires must be granted or the child will suffer. But Dieng people do not think like that. They take dreadlocks children as blessing that will bring good luck to them. Demand is also quite flexible and can be tricked. When the child asks a truck full of cow for example, the parents just need to buy a kilogram of beef and put it on the truck. Request of a car can be granted by buying a car toy.

Every August or Sura in the Javanese calendar, they hold a mass ritual procession at the Arjuna Temple complex. Dreadlocks children will be bathed with water from seven springs, paraded and pelted with yellow rice and coins, and the dreadlocks will be cut by traditional leaders who then throw it away in the Colorful Lake. However, some people choose to conduct their own procession and ceremony because they could not bear to see their children wear a white headband and scarf of cloth used to wrap corpses. Moreover, the procession throwing yellow rice and coins is also common practice for the funeral.
The phenomenon of dreadlocks children is already prevalent among the people of Dieng. But to an outsider, this event is something strange, unique, and may be hard to think of it logically. Clearly, dreadlocks children would be treated like a “king” who would be granted all of the wishes until when it came time to cut their dreadlocks crown.
**source: YogYes.com.

TEORI KONSUMSI

1. TEORI KONSUMSI KEYNES

Menurut John Maynard Keynes, jumlah konsumsi saat ini (current disposable income) berhubungan langsung dengan pendapatannya. Hubungan antara kedua variabel tersebut dapat dijelaskan melalui fungsi konsumsi. Fungsi konsumsi menggambarkan tingkat konsumsi pada berbagai tingkat pendapatan. **dengan catatan asset tetap
C = a +bY => FUNGSI KONSUMSI

Keterangan :
C = konsumsi seluruh rumah tangga (agregat)
A = konsumsi otonom, yaitu besarnya konsumsi ketika pendapatan nol (merupakan konstanta)
b = marginal propensity to consume (MPC)
Y = pendapatan disposable

Dalam hal ini, pendapatan (Y) yang dimaksud oleh Keynes adalah :
1. Pendapatan riil/nyata (yang menggunakan tingkat harga konstan), bukan pendapatan nominal
2. Pendapatan yang terjadi (current income), bukan pendapatan yang diperoleh sebelumnya, dan bukan pula pendapatan yang diperkirakan terjadi di masa datang (yang diharapkan)
3. Pendapatan absolut, bukan pendapatan relatif atau pendapatan permanen.
b adalah marginal propensity to consume (MPC) atau kecenderungan mengonsumsi marginal, yaitu berapa konsumsi bertambah bila pendapatan bertambah. Dan secara matematis dapat dirumus :
MPC = perubahan C dibagi dengan perubahan Y atau MPC = C/Y
Dalam kurva konsumsi, MPC menunjukkan kemiringan/kecondongan (slope) kurva konsumsi. Marginal propensity to save (MPS) adalah berapa tabungan bertambah karena bertambahnya pendapatan.

Faktor Faktor yang mempengaruhi konsumsi

– Faktor subyektif
Adalah faktor psikologis meliputi
1. Iklan
2. daya tarik produk
3. harga yang diharapkan
4. tersedianya barang
5. jasa di masa yang akan datang dan perkiraan pendapatan dimasa yang akan datang

– Faktor Obyektif
1. distribusi pendapatan
2. kredit konsumsi
3. Asset
4. suku bunga

2. Teori Pendapatan Absolut
Dalam jangka pendek tidak proporsional terhadap pendapatan, dalam jangka panjang akan proporsional.

3. Teori Pendapatan Relatif
– Konsumsi dipengaruhi oleh lingkungan sosial
Misalnya aja ada tetangga beli HP terbaru, maka bisa jadi tetangga yang lain juga kepingin beli produk yang terbaru tersebut
– Konsusmi tidak hanya dipengaruhi oelh pendapatan sekarang tetapi juga pedapatan tertinggi pada waktu yang lalu

Dalam jangka pendek konsumi tidak proporsional, namun dalam jangka panjang konsumsi akan proporsional

4. Teori Pendapatan Permanen
Konsumsi roporsional terhadap pendapatan permanen, tetap tidak proporsional terhadap keseluruhan pendapatan

teori konsumsi keynes