Kedaulatan Listrik

Sabtu Pagi 27 Oktober 2013 ini menikmati sajian diskusi “Kedaulatan energi” . Pertanyannya : Masihkah sektor BBM ini tetap menjadi basis utama bahan bakar nasional di tahun-tahun berikutnya??? Ya tentu Jawabnya jelas, “Tidak”. Kita sudah tak bisa lagi bertumpu pada BBM sebagai basis utama, jelas tidak efisien, apalagi ditambah dengan kebijakan pemerintah yang belum berpihak pada rakyat. Langkah alternatif untuk menghemat BBM, bisa dengan mengganti BBM untuk listrik menjadi gas. Sebagai sumber energi listrik. Ini penting. Ini harus dilakukan, dan ini seperti halnya mengembalikan ikan masuk ke dalam air lagi lagi. Mengembalikan hal yang seharusnya dilakukan oleh para pemangku kebijakan, ambil manfaat dari Kenaikan BBM kali ini, sebagai momentum tepat pergantian basis BBM.
Memang, kita kan masih banyak menggunakan BBM, dengan harga 30 sampai 40 sen per kwh. Padahal kalau digerakkan oleh batu bara, itu kira-kira 6 sen dolar. Kalau menggunakan gas 7-8 sen dolar per kwh. Geothermal 8-9 sen dolar per kwh. Jadi, kesimpulannya lebih murah , maka itu harus perbanyak. PLN sudah mengagendakan pembangkit listrik tenaga gas, dengan biaya sekitar 700 rupiah. Di jakarta sudah ada pembangkitnya, namun yang terjadi justru stok gas nya gak ada, kenapa?? Karena gas yang dari papua dijual murah ke luar negeri. Lagi-lagi pengelolaan gas malah diberikan ke china, dari china dijual bebas keluar negeri dengan harga lebih murah.
Sekarang, bandingkan, LPG 3 kg. Itu 3 kali lipat harganya dari gas yang dijual ke China. Lah sekarang ini malah akan ada rencana kalo ada kebijakan RFID setiap motor dipasang, setiap kendaraan akan dimata-matai untuk mengetehui berapa pemakaian bensin tiap motor. Ujung-ujungnya dikasih jatah, misalnya setiap motor sebulan 10 liter, nah kalo sudah melampaui 10 liter, maka bensin udah gak bisa keluar dari ke motor ini. Apakah tidak ada hal lain yang lebih strategis yang bisa dilakuan selain dengan memata-mati rakyatnya??
Sebenernya masih banyak hal yang bisa dilakukan, yaitu dengan mengelola migas dengan benar. Tidak salah kelola. Karena selama ini pengelolaan migas Indonesia itu salah kelola, Ini hanya salah satu indikatot bahwa energi kita ini salah kelola
1. Salah kelola karena pengelolaan tidak berdasar konstitusi
2. Tidak pro rakyat. Negara kaya migas, namun negara miskin.
Konsumsi listrik, menggambarkan tingkat kemakmuran. Di Malaysia itu 4 kali konsumsi listrik per kepala keluarga, konsumsi dunia itu 3 kali lipat Indonesia. Ini di Indonesia masih 30% masyarakat indonesia yang belum teraliiri listrik, yang sudah mendapat listrik aja masih harus sabar karena byar pet hidup mati terus. Ironisnya Ini terjadi di negara yang justru pengkespor batu bara terbesar di dunia, kita juga kaya gas, bahkan kaya geotermal. Lalu kurang apa?
China 1 Milyar aja mampu menciptakan lapangan kerja, dan tidak menyuruh rakyatnya jadi penghasil devisa negara melalui jadi ibu rumah tangga. Dimana rasa kebangsaan kita?? Secara geologis Indonesia sangat kaya, sumberdaya (resources ) migas, mineral batu bara. Tidak semua negara diberi anugerah berupa resources sebanyak Indonesia, hampir semua ada di Indonesia. Misalnya aja kita lihat dari 3 komoditas saja, nilai cadangan migas mita.
1. Minyak 7, 73 Miliar/barel, nilainya mencapai $ 850 milyar
2. Gas 152,9 Trilun/CF, , nilainya mencapai $ 2293 milyar
3. Batu bara 28,17 miliar Ton, , nilainya mencapai $2817 milyar
Hmm…coba kalau pengelolaan energi kita bener…niscaya rakyat akan makmur minimal dengan hidupnya listrik yang merata di seluruh Indonesia.

Reference : diskusi feat Dr. Kurtubi
listrik

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s