JANGAN MENYERAH sebelum DITOLAK 21x

jangan menyerah

21x Diinspirasi oleh perjuangan Siti Hajar

Sungguh kisah Siti Hajar memberikan pelajaran yang berharga bagi umat manusia. Siti Hajar adalah sosok ibu yang gigih dan sangat mencintai putranya Ismail AS. Pengorbanan dan kegigihan Siti hajar teruji ketika Ia rela berlari-lari kecil untuk mencari air, demi menghilangkan dahaga putranya. Sedangkan bliau juga sedang merasakan hal yang sama, kehausan yang amat luar biasa. Namun yang terfikirkan di benak Siti Hajar kala itu adalah bagaimana Isma’il bisa meminum air (ia hanya memikirkan anaknya tanpa mempedulikan bagaimana hausnya dia).

Antara Shafa dan Marwah, Siti Hajar berlarian sebanyak 7x. Berulang kali hanyalah fatamorgana (sarâb) yang menjadikannya yakin akan adanya air. Selalu melihat air didepannya, tapi…kenyataannya itu hanya fatamorgana belaka. Coba kalau kala itu Siti Hajar putus asa, sudah PHP dengan fatamorgana sebanyak 7x. Coba bayangkan saja sebanyak 7x bolak-balik, ia tetap gagal mendapatkan air. PHP.
Namun dibalik 7x tersebut, akibat kegigihan dan keyakinan Siti Hajar. Akhirnya, Allah menunjukkan jalan kepadanya, saat Ismail menangis sejadi-jadinya, Ismail menghentakkan kakinya di tanah, dan keajaiban hadir, siapa sangka dari hentakkan kaki Ismail akan memancarkan mata air?? Sumber air itulah yang sampai saat ini tidak pernah berhenti memancarkan hingga saat ini.

Nama Zam-Zam berasal dari teriakan Siti Hajar yang kaget dan berseru “zummi, zummi” [berkumpullah, berkumpullah]. Selama lebih dari 4.000 tahun, sumur Zam-Zam telah diminum sekian ratus juta manusia dan ribuan hewan, namun tak pernah kering. Ia terus mengalir, menjadi sumber kehidupan bagi umat manusia, khususnya penduduk Mekah, dan tentunya jamaah haji. Kita juga sadar begitu berharganya air dalam kehidupan.

Perjuangan Siti Hajar, tidaklah sia-sia. Manfaat dari usaha kerasnya dikenang sepanjang masa. Tidak pernah termakan usia. Singkat kata, air zam-zam yang pernah kita teguk adalah berkat perjuangan Siti Hajar. Palajaran berharga dari kisah ini adalah, bagaimana seorang ibu di masa kini, berperan aktif dalam kehidupan. Sehingga perannya akan terkenang sepanjang masa. Jangan pernah menyerah sebelum bolak-balik selama 7x (itu bagi Siti Hajar) yang ketika itu tak ada fasilitas apapun, teknologi pun belum ada.

Untuk masa saat ini , tentunya jika parameternya hanyalah 7x (ya amat sangat sedikit) mengingat teknologi sudah canggih, mau dapet air sudah ada pompa air, kalau males memasak air tinggal pesan saja air galon. Sehingga wajar jika perjuangan kita seharusnya 3x lipat dari Siti Hajar, jika Siti Hajar 7x gagal, maka idealnya kita di jaman serba mudah ini pantang menyerah sebelum ditolak 21x gagal. Insya allah dengan kegigihan dan keyakinan kita akan berhasil. Dan perjuagan kita pun akan dikenang sepanjang masa. Aamiin.

**ditulis kembali dari penjelasan bapak Elmir Amien (Founder Forum Indonesia Muda) “kenapa 21x” , ketika saya menjadi 1 bagian dari 120 pemuda yang beruntung mengikuti pelatihan #FIM10, tahun 2011. Catatan dan improvisasi penulis.

“… Dan Kami Jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?” (Q.S. al-Anbiyâ’ [21]: 30).

Advertisements

Hasrat Untuk Berubah

hasrat untuk berubah

Kala aku muda dan bebas berkhayal,
aku ingin mengubah Dunia.
Sejalan dengan bertambah usia dan kearifanku,
Kudapati dunia tak kunjung berubah.

Maka cita-cita itu pun kupersempit,
dan kuputuskan untuk hanya mengubah negeriku,
namun itu pun tampaknya tiada hasil.

Ketika usiaku semakin senja,
dengan upaya terakhir penuh putus asa,
kuputuskan untuk mengubah keluargaku semata,
orang-orang terdekat denganku.
Tapi malangnya, mereka pun tak mau diubah.

Dan kini, saat terbaring menanti ajal,
tiba-tiba kusadari:

Andai yang pertama kuubah diriku sendiri
dengan menjadikan diriku teladan
mungkin aku dapat mengubah keluarga.

Lalu berkat ilham dan dorongan mereka
aku pun mampu memberbaiki negeriku.
Dan siapa tahu, bahkan akupun dapat mengubah dunia.

(dari buah Karya seorang Bishop Anglikan, pada tahun 1100 Masehi, tertulis di ruang pemakaman Wesminster Abbey)