Calon Ulama besar dari Tanah Rencong | KKPstory #2

Alhamdulillah jumat penuh berkah, itu artinya sudah satu pekan berlalu kegiatan KKP P-SMP. Saat membuka laptop, tiba-tiba saya teringat salah satu adek fasil di kelompok 11 ‘ikan julung’, namanya Akbar Miswari. Seperti namanya, adekku yang satu ini juga melunyai cita-cita yang besar nan mulia, apa itu??  cita-cita yang mungkin langka di zaman modern seperti saat ini…, bahkan di peserta KKP yang saya temui, baru anak ini yang cita-citanya berbeda dengan cita-cita anak-anak peserta KKP pada umumnya yang mayoritas ingin menjadi dokter, pejabat negara, sebagai menteri, pengusaha, penegak hukum, ketua KPK dan sederetan jabatan populis lainnya..

Akbar, badannya kecil tapi cita-ciata begitu besar, saya juga sampai merinding mendengarnya, ya… akbar ingin menjadai ulama besar di Indonesia, dari segi gesture bicaraya pun sudah sangat cocok menjadi seorang da’i, makanya terkadang didalam kelompok dan luar kelompok saya sering memanggil “uztad” :).

Saya jadi teringat, ketika kajian kepemudaan dan keilmuan di Yogyakarta, ada yang mengatakan bahwa ulama jaman sekarang berbeda dengan jaman dulu… kalau di jaman dulu, bercita-cita sebagai ulama merupakan pilihan prioritas, menjadi favorit sebelum ia memilih jurusan kedokteran dan lain sebagainya… kalo jaman sekarang, kecenderungannya yang memilih jurusan dakwah dan syariah, bisa jadi karena ia tidak diterima di fakultas top lainnya (semoga aja kenyatannya tidak demikian ya)… Toh nyatata masih ada anak-anak Indoensa seperti akbar yang dengan mantap ingin menjadi ulama… tentunya ini adalah angin segar untuk mas depan Indonesia.
Sepulang dari istana negara, peserta KKP diajak ke gedung A, kantor pak Menteri Anies Baswedan. silaturahmi dan sharing dengan pak menteri, masing-masing anak diminta untuk membuat CV untuk 30 tahun mendatang. Tepat 100 tahun Indonesia merdeka, tahun 2045.

Saat perjalanan pulang di bisa 4 yang berisi 3 kelompok fasil (10; 11 dan 12), untuk mengisi waktu perjalanan dari kemendikbud hingga sawangan, saya mencoba berinisiatif untuk sedikit mereview materi yang disampaikan pak anies di plaza insan berprestasi kemendikbud. Di dalam bis, ada yang tertidur, namun lebih banyak yang bangun untuk mendengarkan sesi deep introduction menggunakan bahasa daerah masing-masing. Dan menceritakan apa yang akan dicapai di 30 tahun mendatang, saat tahun 2045.

saat di bis 4, sharing tentang mimpi-mimpi besar

saat di bis 4, sharing tentang mimpi-mimpi besar

Salah satu anak di bis 4, yang pertama kali mengacungkan tangan ialah Akbar Miswari, saya mempersilahkannya untuk tampil di depan, dengan menggunakan microfon aia menceritakan mengenai rencana hidupnya di depan teman-teman di bis 4.

Dengan mantap ia mengtakan ’30 tahun mendatang saya akan menjadi ulama besar di Aceh’, memimpin pondok pesantren disana.
akbar banyak sekali mendapatkan feedback dari temen teman-teman di bis 4, termasuk pertanyaan simpel dariku “darimana akan menghidupi pesantren disana???” dengan lantang ia menjawab, dengan berjualan dan membuka toko buku, toko kitab, dari sanalah sumber-sumber ekonomi untuk menghidupi pesantrennya itu… hmmm.. luar biasa…
malamnya, adek-adek fasil mendapatkan tugas untuk menuliskan CV hidupnya secara tertulis.. anak-anak kelompok 11 mengumpulkan ke saya…. tentunya masih banyak yang perlu di detailkan kembali, sebagai contoh perencanaan dan tahap-tahap untuk mencapai mimpi itu, kemudian sederhahanya, soal bagaimana merencanakan studi.
Keesokan harinya, tugas saya kembalikan dengan sedikit “catatan” sebagai feedback, dan mereka merevisinya kembali… hasilnya sangat luaar biasa untuk anak usia SMp yang sudah bervisi besar.

cita-cita yang akbar :)

cita-cita yang akbar 🙂

Semoga sukses ya nak… 🙂 kaka selalu mendoakanmu…
Karena pemimpin bukanlah persoalan ‘jabatan’, tapi persoalan bagaimana kedepan kita dapat menjadi sebaik-baik manusia yang memberikan manfaat untuk umat dan bangsanya…

Yogyakarta, 27 Nov 2015
Saat langit mendung, sambil menunggu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s