Calon Ekonom Wanita dari Bumi Cendrawasih | KKPStory #3

“Bermimpilah setinggi langit karena toh jika gagal, kamu akan jatuh di antara bintang-bintang”

IMG_0875

Apa yang terbayang ketika pertama kali mendengar kata ekonom wanita? Di benak saya, mungkin Sosok Sri Mulyani akan langsung muncul. Ya, karena emang sangat jarang ekonom wanita, meskipun banyak sekali wanita-wanta yang mengambil jurusan ekonomi.
Adalah Feraningsih E. Hegemur (Fera), salah satu adek fasil di kelompok 11, asalnya dari Bumi Cendrawasih Papua, tepatnya di daerah Fak-Fak, Provinsi Papua Barat.

Ada yang membuat saya terkesan dengan sosok Fera, ia termasuk pendiam di kelompok 11. Pada saat sesi pembuatan CV untuk 2045, saya cukup kaget bahwa Fera mempunyai cita-cita yang begitu besar. Apa itu? Ya menjadi ekonom di Indonesia.lebih tepatnya menjadi menteri ekonomi, agar masyarakat di Indonesia dapat hidup lebih makmur dan sejahtera. Ia akan banyak menciptakan lapangan usaha agar masyarakat dapat lebih sejahtera.
KKP 2015 adalah pengalaman yang mengharukan bagi Fera, ini kali pertama Fera datang ke Ibukota negara. Tentunya banyak mimpi dan inspirasi yang ia ingin capai. Di KKP inilah yang semakin membuat Fera percaya diri untuk dapat bermimpi besar, menjadi menteri ekonomi.

Mari kita doakan, semoga cita-cita Fera dapat terkabul. Sehingga ia dapat menjadi sosok ekonom pertama yang berasal dari bumi cendrawasih.

IMG_0943

Advertisements

Calon Ulama besar dari Tanah Rencong | KKPstory #2

Alhamdulillah jumat penuh berkah, itu artinya sudah satu pekan berlalu kegiatan KKP P-SMP. Saat membuka laptop, tiba-tiba saya teringat salah satu adek fasil di kelompok 11 ‘ikan julung’, namanya Akbar Miswari. Seperti namanya, adekku yang satu ini juga melunyai cita-cita yang besar nan mulia, apa itu??  cita-cita yang mungkin langka di zaman modern seperti saat ini…, bahkan di peserta KKP yang saya temui, baru anak ini yang cita-citanya berbeda dengan cita-cita anak-anak peserta KKP pada umumnya yang mayoritas ingin menjadi dokter, pejabat negara, sebagai menteri, pengusaha, penegak hukum, ketua KPK dan sederetan jabatan populis lainnya..

Akbar, badannya kecil tapi cita-ciata begitu besar, saya juga sampai merinding mendengarnya, ya… akbar ingin menjadai ulama besar di Indonesia, dari segi gesture bicaraya pun sudah sangat cocok menjadi seorang da’i, makanya terkadang didalam kelompok dan luar kelompok saya sering memanggil “uztad” :).

Saya jadi teringat, ketika kajian kepemudaan dan keilmuan di Yogyakarta, ada yang mengatakan bahwa ulama jaman sekarang berbeda dengan jaman dulu… kalau di jaman dulu, bercita-cita sebagai ulama merupakan pilihan prioritas, menjadi favorit sebelum ia memilih jurusan kedokteran dan lain sebagainya… kalo jaman sekarang, kecenderungannya yang memilih jurusan dakwah dan syariah, bisa jadi karena ia tidak diterima di fakultas top lainnya (semoga aja kenyatannya tidak demikian ya)… Toh nyatata masih ada anak-anak Indoensa seperti akbar yang dengan mantap ingin menjadi ulama… tentunya ini adalah angin segar untuk mas depan Indonesia.
Sepulang dari istana negara, peserta KKP diajak ke gedung A, kantor pak Menteri Anies Baswedan. silaturahmi dan sharing dengan pak menteri, masing-masing anak diminta untuk membuat CV untuk 30 tahun mendatang. Tepat 100 tahun Indonesia merdeka, tahun 2045.

Saat perjalanan pulang di bisa 4 yang berisi 3 kelompok fasil (10; 11 dan 12), untuk mengisi waktu perjalanan dari kemendikbud hingga sawangan, saya mencoba berinisiatif untuk sedikit mereview materi yang disampaikan pak anies di plaza insan berprestasi kemendikbud. Di dalam bis, ada yang tertidur, namun lebih banyak yang bangun untuk mendengarkan sesi deep introduction menggunakan bahasa daerah masing-masing. Dan menceritakan apa yang akan dicapai di 30 tahun mendatang, saat tahun 2045.

saat di bis 4, sharing tentang mimpi-mimpi besar

saat di bis 4, sharing tentang mimpi-mimpi besar

Salah satu anak di bis 4, yang pertama kali mengacungkan tangan ialah Akbar Miswari, saya mempersilahkannya untuk tampil di depan, dengan menggunakan microfon aia menceritakan mengenai rencana hidupnya di depan teman-teman di bis 4.

Dengan mantap ia mengtakan ’30 tahun mendatang saya akan menjadi ulama besar di Aceh’, memimpin pondok pesantren disana.
akbar banyak sekali mendapatkan feedback dari temen teman-teman di bis 4, termasuk pertanyaan simpel dariku “darimana akan menghidupi pesantren disana???” dengan lantang ia menjawab, dengan berjualan dan membuka toko buku, toko kitab, dari sanalah sumber-sumber ekonomi untuk menghidupi pesantrennya itu… hmmm.. luar biasa…
malamnya, adek-adek fasil mendapatkan tugas untuk menuliskan CV hidupnya secara tertulis.. anak-anak kelompok 11 mengumpulkan ke saya…. tentunya masih banyak yang perlu di detailkan kembali, sebagai contoh perencanaan dan tahap-tahap untuk mencapai mimpi itu, kemudian sederhahanya, soal bagaimana merencanakan studi.
Keesokan harinya, tugas saya kembalikan dengan sedikit “catatan” sebagai feedback, dan mereka merevisinya kembali… hasilnya sangat luaar biasa untuk anak usia SMp yang sudah bervisi besar.

cita-cita yang akbar :)

cita-cita yang akbar 🙂

Semoga sukses ya nak… 🙂 kaka selalu mendoakanmu…
Karena pemimpin bukanlah persoalan ‘jabatan’, tapi persoalan bagaimana kedepan kita dapat menjadi sebaik-baik manusia yang memberikan manfaat untuk umat dan bangsanya…

Yogyakarta, 27 Nov 2015
Saat langit mendung, sambil menunggu

Ghufron : Hatta Muda dari Kepulauan Sula | KKPStory #1

Kamis pekan lalu, 19 November 2015, sebelum sesi pelatihan Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) dimulai, pelajar SMP dari seluruh penjuru nusantara mulai mempraktikkan gerakan membaca 15 menit, mereka membawa buku kesayangan mereka untuk dibaca bersama di aula Garuda, Pusdiklat Kemendikbud di Sawangan.

15 menit usai, lanjut ke sesi materi berikutnya.sampai menjelang siang, sekitar jam 10an, anak-anak dipersilahkan untuk coffee berak sambil beristirahat sejenak, saya pun ikut mengantri coffee break di belakang anak-anak. Ada pemandangan yang diluar kebiasaan anak-anak pada umumnya saat mengantri mengambil secangkir teh dan beberapa kue. Lebih banyak mereka sambil ngobrol, dan sibuk dengan gadget di tangannya. Ada satu anak, badannya kecil, dia ikutan mengantri dan ditemani sebuah buku di tangannya. Rupanya anak itu sedang asyik membaca buku dengan cover warna biru laut.

antri sambil membaca

Ghufron yang sedang antri sambil membaca

kalau yang ini suasana di aula garudaa saat membaca 15 menit
IMG_0783

IMG_0789

Setelah selesai mengantri, saya berjalan mendekati anak itu, menyapa dan mengajaknya ngobrol dengan ditemani secangkir the manis di tangan. Anak itu duduk bersama dengan sahabat se provinsinya yaitu anak-anak dari Provinsi Maluku Utara. Anak itu sangat ramah, namanya Ghufron, perwakilan dari Kabupeten Kepulauan Sula, Maluku Utara. Hmm… mendengar nama kabupatennya terasa asing di telinga, sayapun makin ingin tau lebih dalam lagi, Ghufron bercerita bahwa butuh waktu 3 hari menuju lokasi KKP.

Kabupaten Kepulauan Sula dengan ibukota Sanana terletak paling Selatan di wilayah Provinsi Maluku Utara. awalnya menjadi bagian dari Kabupaten Halmahera Barat.

Sula_Islands_Topography

seperti ini bentuk kepulauan Sula

Jaraknya sekitar 284 km dari Kota Ternate. Ghufron menempuh perjalanan dari Kepulauan Sula menuju Kota Ternate dengan jalur laut. Berangkat sekitar jam 5 sore, dan sampai di Kota Ternate jam 7 pagi. Anak pemberani, dan ia melewatinya seorang diri, kalau saya tidak salah ingat, kepala sekolahnya yang mengantarkan hingga ke pelabuhan.

Hati terkagum, luar biasa, anak-anak seperti Ghufron inilah yang dibutuhkan negeri ini. Sosok anak yang cinta ilmu dan haus membaca. Seperti karakter pemimpin di zaman dahulu yang memberikan teladan kepada rakyatnya untuk gemar membaca. Bung Karno gemar membaca sampai ke toiletpun ia membawa buku. Bung Hatta jika kembali lawatan dari luar negeri membawa berpeti-peti buku.

Coffee break usai, sempat berfoto bersama anak-anak hebat dari Maluku Utara, saya pun kembali melanjutkan tugas sebagai fasilitator kelompok.

Bersama Pelajar Hebat dari Provinsi Maluku Utara

Bersama Pelajar Hebat dari Provinsi Maluku Utara

**
Besok paginya, tanpa sengaja saya ketemu lagi dengan Ghufron di kantin pusdiklat, akhirnya sarapan bareng, kami kembali ngobrol-ngobrol santai, dan tiba-tiba dia berterima kasih

G : Terima kasih kak, Buku Bung Hattanya bagus, saya waktu SD sudah membaca buku-buku Soekarno. Itu buku milik sekolah. Ini baru pertama saya baca buku Bung Hatta

Ghufron juga bercerita, kalau buku yang dia baca di coffee break adalah buku punya teman barunya di KKP, dia ingin menyelesaikan buku temannya karena sangat bagus, di Kepulauan Sula tidak ada buku semacam itu, buku tentang dongeng.

Ia nampak bahagia dengan buku Bung Hatta di tangannya, bahkan saat makan pun ia tenteng. Hehe.. saya cuman nyengir saja, seharusnya berterima kasihnya ke Bunda Tatty Elmier, yang ketika saya menyampaikan ke bunda, bahwa ada anak waktu mengantri coffe break membaca buku, Bunda langsung sigap memberikan apresiasi memanggil Ghufron di atas panggung, dan menghadiahkan buku Bung Hatta kepada Ghufron. Terima kasih Bun.. semoga seperti doa Bunda, kelak ia akan tumbuh menjadi Hatta muda dari Maluku Utara. Aamiin…

Yogyakarta, di Hari Guru, 25 November 2015, tulisan ini ditulis di detik-detik menjelang yudisium S2 saya, semoga menjadi inspirasi bagi saya di hari Guru ini… 🙂

Tarbiyatul Aulad – Menyiapkan Diri menjadi Orang Tua yang Cerdas

tarbiyatul aulad

Belajar mengenai parenting tidak menunggu ketika kita sudah menikah atau akan menikah. Tapi, jauh….sebelum itu belajarlah mengenai bagaimana mendidik anak, bagaimana akan mengasuh anak kita, karena mendidik anak bukan seperti mendidik lumba-lumba yang hanya membutuhkan skill untuk menjadi cerdas dan terampil. Tetapi mendidik anak adalah mendidik dengan hati, dengan iman, mengembalikan fitrahnya untuk mengenal siapa dirinya, yaitu hamba Allah yang selalu beribadah.

 

Saat ini banyak orang ketika berbicara tentang pendidikan maka hanya mempertimbangkan aspek kogntif. Padahal Allah berikan kita bukan hanya akal, tetapi ada ruh, afektif, dll. Itulah mengapa sekarang banyak orang tua yang mencari nafkah yang banyak agar orang tuanya mampu menyekolahkan anaknya di sekolah yang mahal.

Mba Miftah dulu punya keinginan kerja yang besar, kalaupun tidak bisa jadi dosen menjadi guru pun tidak apa-apa. Saking besarnya keinginan tersebut beliau sudah sampai melamar kemana-mana. Tapi memang jalannya Allah, suami tidak ridho, dan suami mba miftah menyampaikan sebuah perkataan yang ini sangat menohok sekali “Apa gunanya seorang ibu mengajar anak-anak orang lain tapi siapa yang mengajari anaknya sendiri.” Dari situlah akhirnya beliau mengurungkan keinginannya. Mba Miftah tetap memohon kepada Allah tetap bisa memberikan manfaat kepada orang lain walaupun tidak dengan cara mendidik anak-anak orang lain.

Selama berinteraksi kepada beberapa orang di Jogja beliau menemukan beragam orang dengan latar belakang keluarga yang bervariasi. Ada yang memlih pacaran, dengan alasan kurang perhatian dari orang tua. Lebih memilih mencurahkan kasih sayangnya kepada laki-laki karena tidak mendapatkan kasih sayang dari ayahnya. Ternyata kelekatan, bonding antara anggota keluarga sangat penting. Membangun kehangatan antara anak-orangtua.
Dalam hidup ini ada jaur takwa dan jalur fatwa. Jalur fatwa itu di pinggir-pinggir jurang, Boleh dilakukan tapi beresiko. jalur takwa itu jalan di tengah sudah enak. Nah tinggal dipilih mau memilih jalur yang mana.

Ada anggapan bahwa orang tua yang baik adalah orang tua yang menerima segala yang ada dalam dirinya, perilakunya perbuatannya. Kalau kita mau jujur sebagai orang tua tidak semua perilaku anak mau kita terima. Kita boleh tidak suka dengan perilakunya bukan pada anaknya. Nah tinggal bagaimana cara mengkomunikasikannya. Dalam bekeluarga yang paling penting adalah keluarga kita mau dibawa kemana, anak-anak kita mau dididik seperti apa.

Tantangan digital, itu kembali pada diri kita. Sejak tahun 2009 sudah stop menonton TV. Awalnya masih nonton beberapa acara berita. Zahro masih satu tahun. Ketika Mba Miftah menonton tv, Zahro asik main sendiri. Tapi suatu hari, Zahro bilang:”Aw,aw,aw” (iklan AW ayam). Mba Miftah kaget kapan Zahro menangkap itu. Sejak saat itulah beliau memutuskan untuk stop menonton TV sama sekali. Karena kita tidak tahu saat kapankah anak merekam acara tv. Ada temen2 yang bilang kalau didampingi kan gapapa, toh banyak acara TV yang bermanfaat. Lalu beliau berkata ,”Lebih baik saya kehilangan sedikit manfaat daripada menanggung mudharat yang lebih besar.” Jalan tengah untuk itu adalah berlangganan internet dan download film yang sudah difilter. Itupun masih ada efeknya, contoh menonton upin ipin Mba Zahro jadi senang berbahasa melayu dan suka membanding-bandingkan antara umminya dengan kak ros.

Mengenai gadget, kalau beliau hanya sesekali ketika beliau sedang mengisi suatu acara. Dan alhamdulillahnya mba zahro anak yang tidak kecanduan game. Amannya adalah tidak mengunduh yang aneh-aneh. Ada satu temannya mba miftah yang dateng suami-istri dari Jakarta, bapak-ibunya bekerja bahkan sebelum subuh sudah bekerja dan pulangnya jam 9 malam. Anak yang kecil tinggal di rumah bersama pembantunya dan dapat menonton TV bisa sampai 24 jam. Alasan orang tuanya gapapa kan sudah ditentukan acara filmnya. Menonton acara yang tidak aman dengan menonton film anak dengan waktu yang sangat panjang dampaknya sama bagi kesehatan anak.

Secara teori psikologi dibawah 2 tahun anak tidak boleh menonton TV sama sekali, 2-4 tahun menonton 1-2 jam, kalau sudah masuk sekolah boleh menonton TV sesuai dengan kesepakatan. Jangan memberikan kemudahan bagi hal-hal yang melenakan anak, kasih aja rules.

Kalau di psikologi ada istilah token economy, memberikan sesuatu kepada anak dengan syarat dulu. Misal anaknya ingin mengunjungi wahana permainan air, nah ibunya mengadakan kesepakatan anaknya bisa kesana tetapi selama seminggu tidak diberikan uang jajan, uang jajannya ditabung. Akhirnya anaknya selama seminggu tidak diberikan uang jajan Hanya salah satu metode. Nggak perlu banyak memainkan kata-kata kepada anak-anak yang terpenting mengetahui trik-trik yang harus dilakukan.

Bagaimana sih kok mba zahro dari kecil udah cinta sholat?
Ini jawaban ummu zahro, kalau itu kan basic alhamdulillaah Allah kasih suami yang sholih banget sehingga harus mengimbangi. Anak itu melihat kita. Misal, suami sudah bergerak menuju masjid, saya harus bergegas juga untuk sholat. Dan aktivitas itu yang selalu dilihat. Dari umur 2 tahun sudah diberikan mukenah. Dari dua tahun sudah melihat gerakan sholat, diajak sholat bareng. Akhrnya mulai umur 4 tahun mba zahro sudah sholat 5 waktu sampai sekarang. Kalau umminya lagi haid mba zahro bangun sendiri untuk sholat shubuh. Kualitas sholat belum menjadi penilaian, nanti setelah 7 tahun. Pas temennya dateng sore, mba zahro bilang ke temennya sebentar ya aku sholat dulu. Jadi yang terpenting kesadaran sholatnya sudah tumbuh.

Apa yang kita lakukan tidak bisa kita lakukan sendiri tapi Allah yang membantu. Jadi kalau ada yang kita mau maka minta pada Allah semoga Allah mudahkan. Ketika kita meminta kepada Allah maka InsyaAllah Allah akan membantu kita apapun itu.

Bagaimana saat mengambil keputusan homeschooling??

Sejak Mba Miftah kuliah sudah membaca buku panduan homeschooling. Pertama beliau membaca tentang kisahnya Kak Seto, orang dengan kapasitas seperti Kak Seto saja anak-anaknya homeschooling. Berarti tidak ada yang salah dengan homeschooling. Awalnya Mba Zahro masuk Salman Al Farisi sejak 3 tahun. Saat itu Mba Miftah menggunakan pengasuh untuk menemani mba zahro. Sebenarnya kalau kita memakai pengasuh sebenarnya kayak kita nambah anak. Ada beban tambahan lagi.

Setelah lulus S2 masih ada harapan untuk bekerja. Tahun 2013 ke Aceh, saat perjalanan itulah Mba Miftah mendapat hidayah untuk memakai niqob. Oktober tahun 2013 beliau sudah bertemu dengan keluarga yang homeschooling, sebenarnya mereka lebih ke anschooling karena tidak terstrutur. Jadi anak mau belajar apa ya belajar itu. Perkembangan anak-anaknya cepat, hafalannya cepat, dll. Dengan homeschooling semua hal bisa menjadi media belajar. Namanya anak semua aktivitas mereka sebenarnya belajar. Mba Miftah melaksanakan homeschooling berawal ketika mba zahro sakit flek dan harus istirahat sebulan di rumah. Dan selama sebulan itu kan tidak mungkin di rumah tidak melakukan apa-apa. Akhirnya beraktivitas dengan umminya, jalan-jalan, membuat craft. Dan kok merasakan asik banget. Pada suatu shubuh mba miftah diberi kekuatan kepada Allah untuk menanyakan kepada mba zahro untuk homeschooling.

Untuk isu social abuse solusinya adalah bukan mengajarkan tentang sexual education, tetapi kenalkanlah pada aurat. Misal, kamu perempuan dan bagian-bagian ini namanya aurat. Kalau aurat harus ditutup tidak boleh dikasih lihat pada orang lain.

Bagi saya penting untuk mengetahui siapa teman-teman anak kita. Bagaimana latar belakang keluarganya. Pastikan apakah teman-teman anak kita memberikan impact pada anak kita, dan sebaliknya apakah anak kita memberikan impact positif kepada temannya.
Untuk mengajarkan sosialnya, kalau dia mau berkenalan maka kenalan sendiri, kalau ke toko mba zahro diajarkan untuk bertransaksi sendiri.

Perlu juga mengkomunikasikan kepada mertua dan orang tua kita yang terlibat juga dalam mendidik anak bagaimana pola pendidikan yang sudah kita terapkan. Misal. Di rumah sudah dikondisikan untuk tidak menonton TV maka komunikasikan juga dengan mertua dan orang tua untuk tidak menonton TV ketika di rumah eyangnya.

Konsep rezeki itu seperti nyamuk dan cicak. Cicak itu di dinding nyamuk itu terbang, cicak makan nyamuk yang terbang, tapi kuasa Allah Ta’ala yang mendatangkan nyamuk untuk dimakan cicak. Yang terpenting adalah terus memperbaiki diri dengan keimanan dan melurukan niat, Biarkan Allah yang mengirimkan rezeki itu.

 

Semoga bermanfaat.

 

Catatan Riayah Darush Shalihat Angkatan VI

Ahad, 11 Mei 2014

Notulen : Sastri, Rima Dkk

Asatidz: Mbak Miftah (Ummu Zahro)

 

Pertemuan Dua Lautan

“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu.Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” (QS. Ar-Rahman: 19-20)

“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” (QS. Al-Furqaan: 53)

Dua lautan yang tidak bercampur itu terletak di Selat Gibraltar,selat yang memisahkan benua Afrika dan Eropa,tepatnya antara negera Maroko dan Spanyol.

Di Selat Gibraltar itu ada pertemuan dari dua jenis laut yang berbeda.Perbedaan itu sangat jelas kelihatan dari perbedaan warna air laut.Ada garis batas yang memisahkan keduanya.Air laut dari lautan atlantik berwarna biru lebih terang.Air laut dari laut Mediteranian berwarna biru lebih gelap, lebih pekat.Garis batasnya sangat jelas.

Bagaimana bisa terjadi ?

Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah melalui Selat Gibraltar.Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda.Suhu air berbeda.Kadar garamnya berbeda. Kerapatan air (density) airpun berbeda.Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar,karakter air dari masing masing laut tidak berubah.Kalau dipikir secara logika,pasti bercampur,nyatanya tidak bercampur.Kedua air laut itu membutuhkan waktu lama untuk bercampur,agar karakteristik air melebur.Penguapan air yang di Laut Mediterania sangat besar,sedang air dari sungai yang bermuara di Laut Mediterania berkurang sekali.Itulah sebabnya air Lautan Atlantik mengalir deras ke Laut Mediterania.

Sifat lautan ketika bertemu,menurut modern science,tidak bisa bercampur satu sama lain.Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan.Dikarenakan adanya perbedaan masa jenis,tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak becampur satu sama lain,seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.Air laut Mediteranian,yang berwarna biru tua,menyusup sampai kedalaman 1000 m dari permukaan laut,di lautan Atlantik,dan terus masuk sejauh ratusan km di lautan Atlantik dan tetap tidak berubah karakteristiknya.
Subhannallah.

Penjelasan secara fisika modern baru ada di abad 20M oleh ahli-ahli Oceanografi.Firman di Al Quran itu diturunkan di abad ke 7 M, 14 abad yang lalu

#MahasiswaMuslimGadjahMada

PRANANDA PRABOWO, Putra Mahkota Piningit Megawati

PENAMPILANNYA sangat sederhana. Ayah dari dua anak ini sangat santun dan sangat menjaga tutur katanya, seakan dia takut kalimat yang diucapkan membuat lawan bicara atau yang mendengarnya tersinggung. Tidak hanya itu, dalam bergaul pun dia tak memandang status seseorang. Teman yang dimiliki pun berasal dari beragam status. Tak pelak lagi, namanya pun sangat populer di semua kalangan. Kelompok “sandal jepit” seperti tukang ojek, pasukan kuning, penjaga warung kopi dan buruh kasar disekitar tempat tinggalnya sangat mengenal dia.

Tidak hanya itu, pria berkacamata minus ini juga sangat akrab dengan satpam komplek rumahnya. Ini karena kebiasaannya yang tanpa batas saat bergaul dengan siapapun, bahkan dia sering makan nasi bungkus bersama dengan satpam. Dia datang dengan menenteng dua atau empat nasi bungkus dan dua botol air dingin yang dibawah pembantu rumah. Sampai di pos penjagaan rumah, bukannya dia meletakkan nasi bungkus tersebut dan kembali masuk rumah. Dia justru masuk pos dan makan bersama satpam rumah, sementara pembantu yang membawa dua botol air putih dan empat gelas dimintanya kembali ke dapur dengan suara yang ramah dan penuh hormat.

“Kebiasaan Mas Nanan makan nasi bungkus dengan satpam, tukang ojek, pasukan kuning dan masyarakat bawah sudah populer di sekitar sini. Beliau sangat andap asor terhadap mereka yang lebih dewasa dan lebih muda, sehingga yang baru kenal tak akan tahu bila beliau itu putranya juragan besar,” kata seorang kader PDI-Perjuangan asal Surabaya yang menolak disebut namanya.

Sosok pria muda berkarakter sederhana, merakyat, dan populer dikalangan masyarakat “sandal jepit” itu tak lain adalah H. Muhammad Prananda Prabowo. Dia anak kedua dari Ketua DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri dari suami pertama, Lettu Penerbang Surindro Suprijarso. Prananda masih dalam kandungan saat ayahnya wafat dalam kecelakaan pesawat Skyvan T-701 di Biak, Papua Barat, tahun 1970. Ia lahir pada 23 April 1970. Sedangkan kakaknya, H. Mohammad Rizky Pratama (Tatam), baru berusia sekitar dua tahun saat peristiwa nahas itu terjadi.

Kendati demikian, kehidupan Nanan dan Tatam belum banyak terkuak. Selama ini, anak Megawati yang menonjol adalah Puan Maharani, buah perkawinannya dengan alm. Taufiq Kemas, yang wafat Sabtu 8 Juni 2013 lalu. Puan sudah berkiprah di dunia politik, bahkan kini duduk sebagai Ketua Fraksi PDI Perjuangan (PDI-P) di DPR.

Sosok Nanan, sapaan akrab Prananda, secara tiba-tiba muncul menjelang pelaksanaan Kongres III PDI-P di Bali tahun 2010 silam. Nama itu muncul, karena para loyalis Megawati gerah dengan berkembangnya isu, kian meruncingnya kubu pro koalisi dan pro oposisi. Kubu pro koalisi menghendaki PDIP bergabung dengan Demokrat di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Kubu pro oposisi sebaliknya.

Mereka yang pro oposisi menilai Puan sebagai sosok yang fleksibel tapi pragmatis dan bersemangat untuk berkoalisi dengan pemerintahan SBY. Kelompok pro oposisi menilai perlu ada penyeimbang untuk ini. Mesin penggerak kelompok ini adalah Cepi Budi Muliawan, anggota Badan Pemenangan Pemilu Pusat PDIP. Dan sosok si penyeimbang itu yang dinilai paling pas adalah sosok Nanda yang juga karib dipanggil Uweng ini.

Nama Nanan muncul, menurut sumber Sapujagat, pria berpenampilan kalem itu merupakan keturunan Mega yang digadang-gadang menjadi penerus tahta di PDI-P. Sosok Puan Maharani, putri ketiga dari perkawinan ketiga Mega dengan alm. H. Taufik Kemas, telah dianggap tidak lagi satu visi dengan Mega dalam mempetahankan sikap oposisi PDI-P. Karena itulah, Nanan yang selama ini “dipingit” sebagai tokoh dibelakang layar aktivitas ibunya dan bergelut dengan buku-buku Bung Karno dianggap sebagai solusi atas alternatif penerus Mega selain Puan.

Megawati sendiri sudah mengenalkan Prananda ke publik. “Prananda anak saya, Puan juga anak saya. Ada banyak lagi anak-anak muda yang punya potensi,” ujar Mega seusai membuka Konferensi Daerah PDIP DKI Jakarta di Ancol akhir Maret lalu. Namun, Mega meyakini kedua anaknya kelak akan menjadi pemimpin partai.

Tidak hanya itu, nama pria kelahiran 1971 ini dianggap sejumlah kaum Marhaen sebagai salah satu pewaris trah Soekarno. Bahkan, ia didaulat sebagai keturunan ideologis Bung Karno yang paling tepat untuk menggantikan Megawati Soekarnoputri. Karena itu, sempat digadang-gadang menjadi Wakil Ketua Umum mendampingi sang ibu selama lima tahun ke depan kepengurusan PDI-P Pusat.

“Mas Nanan walaupun pendiam sekali, tapi dalam ruang-ruang tertentu dia sarat dengan aktivitas. Saya pernah berdiskusi, dia sangat paham tentang ideologi Bung Karno. Dia memiliki pemahaman yang lengkap akan demokrasi dan ideologi. Dia adalah representasi anak ideologis sekaligus anak biologis trah Bung Karno,” kata Sekretaris Fraksi PDI-P Ganjar Pranowo yang mengaku dekat dengan Prananda.

Dengan rendah hati, Prananda menjawab, seluruh generasi Bung Karno paham dengan ajaran-ajaran proklamator RI sebab diceritakan oleh keluarga. Beruntung, ia mendapat tambahan pengetahuan dari koleksi buku-buku tentang Sukarno. “Baik secara langsung maupun dengan cara mencari,” ujar pria yang gemar memakai kacamata hitam itu.

SATRIA PININGIT
MegawatiSoekarnoPutri-dan-SuamiPertama-Letnan-Penerbang-Alm.-Surindro-Supjarso-200x300

Megawati Soekarnoputri dari suami pertama, Lettu Penerbang Surindro Suprijarso saat melangsungkan pernikahan.

Megawati Soekarnoputri dan suami pertama, Lettu Penerbang Surindro Suprijarso, orang tua HM. Prananda Prabowo

Selain itu, Ganjar menilai ada beberapa kemiripan antara Nanan dengan ibunya Megawati. Khususnya terkait sikap low profile-nya yang tidak banyak bicara jika memang tidak dibutuhkan. Ganjar juga mengungkapkan, bahwa Nanan seringkali mengkritik sikap Fraksi PDI-P di DPR bila ada kebijakan fraksi yang dianggapnya tidak sesuai dengan ajaran Bung Karno. Menurutnya, Nanan memang sangat mengidolakan kakeknya yang merupakan proklamator Republik Indonesia.

“Kalau mengomentari sikap Fraksi PDI-P soal sesuatu yang dianggapnya tidak sesuai dengan ajaran Bung Karno, Mas Nanan tidak dengan menggurui, dengan mengatakan, ini salah, harusnya begini dan begitu. Mas Nanan hanya bilang, ‘Memang begitu ya mas, bukannya dulu Bung Karno begini sikapnya’, begitu cara beliau,” ujarnya menirukan ucapan Nanan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh kader muda PDI-P Cepi Budi Mulyawan. Menurutnya, PDI-P ke depan harus dipimpin oleh sosok seperti Prananda Prabowo. Alasannya, selain masih trah Soekarno, Nanan dinilai cukup bisa mengawal ideologi PDI-P karena mampu menjaga konsistensinya dalam bersikap menghadapi perubahan politik yang dinamis.

“Beliau juga pintar dan cerdas. Hampir semua gagasan besar Bung Karno beliau paham dan menguasai. Hanya saja memang beliau tidak pernah tampil di media karena tidak mau dimunculkan,” ujarnya waktu itu.

Prananda sering disebut sebagai penyusun pidato Megawati. Namun ia mengaku hanya ditugasi Megawati untuk mencari kutipan-kutipan Bung Karno yang akan digunakan untuk berpidato. Sebab, kadang kala Megawati lupa di buku mana kutipan Bung Karno yang ingin dikutipnya. Namun, Megawati juga kerap mengajak berdiskusi tentang kutipan mana yang pas untuk pidatonya. Membantu penyusunan pidato Megawati bersama pakar politik UGM Cornelis Lay adalah salah satu contoh peran di balik layar yang dimainkan oleh Prananda.

Di PDI-P, sebetulnya ia duduk dalam struktur partai, yaitu sebagai Kepala Ruang Pengendali dan Analisa Situasi DPP PDI-P (situation room). Tugasnya lebih banyak berkaitan dengan internal partai yang langsung bersentuhan dengan ketua umum. Di situation room itu, Prananda antara lain bertugas menyusun strategi partai. Ia juga memperoleh mandat untuk mengawasi apakah ada penyimpangan-penyimpangan terhadap keputusan kongres.

Ia juga yang mengecek segala persiapan berkaitan dengan kegiatan Megawati di suatu daerah. Politikus PDI-P Maruarar Sirait mengatakan, Prananda melaporkan segala perkembangan yang ada di pilkada, pencalegan, maupun perilaku kader partai di eksekutif dan legislatif kepada Megawati, “Yang menerima laporannya hanya ketua umum dan kita tidak tahu hal itu,” kata Maruarar.

Meski ikut mengelola partai, tetapi si pendiam itu belum mau terjun menjadi anggota DPR. Pada saat pendaftaran caleg, sempat muncul kabar di PDI-P bahwa Nanan hendak nyaleg. Namun, isu itu meredup kembali. Nanan sepertinya masih menunggu kesempatan yang baik. “Dia bilang ke saya, ‘entar tante, tunggu waktunya,’” kata politikus PDI-P, Ribka Tjiptaning.

Karena jarang tampil di panggung, banyak pihak menyebut Nanan sebagai ‘satria piningit’-nya Megawati. Nanan diam-diam dipersiapkan sebagai calon penggantinya kelak. Mega dinilai juga masih menunggu waktu yang tepat. “Ia (Nanan) punya karakter satria piningit,” kata sumber di PDI-P.

Dalam kancah politik nasional, memang sosok Nanan tidak banyak dikenal. Sebab, selama ini dia lebih banyak berada di belakang layar. Misalnya, selama pilpres kemarin, Nanan memang menjadi salah satu anggota tim pemenangan pasangan Mega-Prabowo. Namun, selain menjadi tim sukses itu, dia lebih banyak menemani Mega saat ibunya menghadapi tekanan politik di internal PDI-P maupun eksternal partai.

“Beliau selama ini lebih banyak menemani Bu Megawati yang memang ibunya. Bahkan beliau rela menyupiri Bu Mega saat Bu Mega membutuhkan obrolan serius atau curhat soal perjuangan dan masalah-masalah yang dihadapi,” kata Ganjar Pranowo.

Mantan Fungsionaris PDI-P Eros Djarot juga mengakui, bahwa putra kedua Mega itu tak memiliki karakter suka menonjolkan diri, baik di depan keluarga maupun kader partai. Dalam setiap acara, ia selalu memilih barisan belakang. Menurut Eros, hal itu dilakukan karena menghormati Megawati.

“Saya tanya, kenapa kamu kok di belakang? Katanya ‘biarin saja, Om’” ujar Eros, yang terbilang sangat dekat dengan keluarga Megawati.

Karena sifatnya yang pendiam, Prananda sering menjadi tempat curhat Megawati. Presiden perempuan pertama Indonesia ini memang sangat cinta pada Surindro. Bahkan meski sudah meninggal, Mega masih menyimpan seragam penerbang itu. “Dia (Surindro) kan cinta pertamanya,” kata Eros dengan tersenyum.

Mega sangat sayang pada Prananda, mungkin karena saat ia dalam kandungan sang ayah meninggal. Bahkan, Eros menyebut Prananda adalah peredam amarah ibunya. “Ya, karena sifatnya yang sabar dan siap mendengar pembicaraan lawan bicaranya dengan tenang, sehingga Nanda mampu menjadi peredam rasa jengkel ibunya,” kata Eros.

Meski irit bicara, bukan berarti Prananda orang yang kurang pandai. Ia dinilai sebagai cucu Bung Karno yang paling memahami pemikiran-pemikiran kakeknya. Bahkan pengamat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ikrar Nusa Bhakti menjuluki Nanan sebagai kamus politik Sukarno. “Saya pernah bertemu dan berdiskusi dengan dia. Secara pribadi, saya sangat kagum akan kemampuannya. Sehingga sangat disayangkan jika dia terlalu lama dipingit. Kader PDI-P pasti sangat mengharapkan kemunculan dan kepemimpinan Nanda,” katanya

BLOGGER POLITIK

Selama ini, ayah dari dua anak ini tidak pernah muncul sekalipun di ruang publik. Ia pertama kali muncul saat Megawati mengajaknya dalam konferensi pers bersama sang adik, Puan Maharani, menjelang pembukaan Kongres III PDI-P. Saat itu pun, kali pertamanya Nanan angkat bicara walaupun cuma sedikit. Nanan masih menunjukkan sisi misteriusnya. Ia hanya menjawab secara diplomatis saat ditanya soal wacana kongres menjadikannya wakil Ketua Umum PDI-P. “Itu semua tergantung hasil kongres. Seperti kata Bu Mega, nanti kongres yang akan menentukan,” ucapnya.

Kemunculan Nanan itu sangat disyukuri para aktivis muda PDI-P yang sangat menyokong dan mengharapkan kemunculannya dari ruang pingitan. Karena itu, dia tak bisa mengelak dan hanya tersenyum saat namanya dimunculkan beberapa kader PDI-P ke media. Namun, sikap low profile-nya membuat dia tak bergeming saat beberapa media ingin mewawancarainya.

Baru pada saat jumpa pers menjelang pembukaan kongres, Nanan bersama Ibunya Megawati dan bapak tirinya Alm. H. Taufiq Kiemas serta adik tirinya Puan Maharani muncul untuk pertama kalinya di depan publik. Sayangnya Nanan masih menunjukkan jiwa low profile-nya dengan tidak berucap sepatah kata pun dalam acara itu. Berbeda dengan Puan yang berbicara banyak, karena memang dia menjabat ketua panitia kongres. Puan harus melaporkan semua kesiapan Kongres.

Para pemburu berita pun tak habis akal. Seusai acara jumpa pers, Nanan pun menjadi incaran untuk doorstop. Namun, lagi-lagi media belum bisa mendapatkan peryataan yang gamblang dengan semua isu yang beredar soal dirinya dan harapan kader PDI-P kepadanya.

Pasca kongres di Bali itu, Nanan tak pernah muncul kembali. Sosoknya hanya dapat dijumpai di media sosial seperti twitter, facebook, maupun situs pribadinya. Di akun twitternya, @pranandaprabowo, ia banyak berkicau mengenai situasi perpolitikan akhir-akhir ini. Prananda juga sering mendampingi Megawati dalam acara-acara di luar negeri. Saat berkunjung ke Eropa tahun lalu, Mega ditemani oleh putra keduanya ini. Nanan juga ikut saat Megawati menghadiri peresmian patung lilin Sukarno di museum Madame Tussauds Bangkok, 25 September 2012. Namun, sosok pria yang hobi menyelam dan fotografi itu tetap misterius.

nanan
foto diambil dari twitter @pranandaprabowo

Ditanya mengapa dirinya selalu menghindari sorotan media, ia hanya menjawab diplomatis. “Kadang kita tidak melihat apa yang di depan mata,” ucapnya saat menjawab pertanyaan Sapujagat yang dimantionkan pada akun twitternya.

Memang, baik di keluarga besar Bung Karno maupun partai banteng moncong putih, Prananda dikenal sebagai pribadi yang sangat pendiam. “Sebagai Keponakan saya, dia anaknya kalem-kalem saja. Saya termasuk yang menilai dia pendiam,” kata Sukmawati Soekarnoputri.

Dalam konteks gagasan, Nanan memang belum banyak dikenal khalayak luas. Hanya beberapa kader muda PDI-P saja yang tahu, karena berkesempatan bergaul dengannya. Namun, bagi yang suka berselancar di dunia maya, publik bisa mengunjungi blognya karya kreatifnya yang berdomain di http://www.gentasuararevolusi.com.

Dalam tampilan depan blog yang banyak bicara soal kakeknya, Soekarno itu, Nanan menuliskan pesan dan jargon Bung Karno soal ciri-ciri kader revolusioner. ‘Salah satu ciri orang yang betul-betul revolusioner ialah satunya kata dengan perbuatan, satunya mulut dengan tindakan’.

Dalam blog tersebut, pengunjung akan diberikan artikel dan foto-foto soal Soekarno dengan segala variasinya dari karya Nanan. Namun jangan harap pengunjung bisa membuka rubrik biografi. Karena pasti tidak bisa dibuka. Padahal rubrik-rublik lainnya dengan mudah diakses.

Memang Prananda saat ini masih misterius, namun tak lama lagi kita akan bisa menyaksikan sepak-terjangnya. Sejumlah kalangan di PDIP Perjuangan menilai bahwa Prananda adalah pemimpin masa depan PDI-P. Buat yang suka klenik, posisi anak kedua dalam trah Soekarno punya posisi unik. Soekarno adalah anak kedua dari dua bersaudara. Megawati adalah putri kedua dari lima bersaudara. Dan Prananda juga anak kedua dari tiga bersaudara. Akankah Prananda menjadi pewaris tahta generasi penerus Soekarno? (SJ5)

– Sumber at: http://www.sapujagatnews.com/prananda-prabowo-putra-mahkota-piningit-megawati-mulai-menyapa/#sthash.t9c549GI.dpuf

Elastisitas

1.Pengertian Elastisitas
Secara sederhana elastisitas dapat diartikan sebagai derajat kepekaan suatu
gejala ekonomi terhadap perubahan gejala ekonomi lain. Pengertian lain elastisitas
dapat diartikan sebagai tingkat kepekaan perubahan kuantitas suatu barang yang
disebabkan oleh adanya perubahan faktor-faktor lain.
Ukuran yang dipakai untuk mengukur derajat kepekaan digunakan rasio/
perbandingan persentase perubahan kuantitas barang yang diminta atau barang
yang ditawarkan dengan persentase perubahan faktor-faktor yang menyebabkan
kuantitas barang itu berubah. Penyebab kuantitas suatu barang yang diminta/ ditawarkan bisa berubah dapat dikelompokkan dalam tiga hal :
a. Harga barang itu sendiri
b. Harga barang lain
c. Income atau pendapatan.
Jika dikaitkan dengan penyebab kuantitas suatu barang bisa berubah, maka
kita mengenal 3 (tiga) macam elastisitas, yaitu :
a. Elastisitas Harga (Price Elasticity), membahas perbandingan/ratio
persentase perubahan kuantitas suatu barang yang diminta atau yang
ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang itu sendiri.
b. Elastisitas Silang (Cross Elasticity), membahas perbandingan/ratio
persentase perubahan kuantitas suatu barang (barang X) yang diminta
atau yang ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang lain
(barang Y).
c. Elastisitas Pendapatan/Income, membahas perbandingan/ratio persentase
perubahan kuantitas suatu barang yang diminta atau yang ditawarkan
dengan persentase perubahan income/pendapatan.
Dari ketiga macam elastisitas di atas, kita hanya akan mempelajari secara
mendalam pada elastisitas harga saja. Elastisitas harga bisa dibedakan menjadi
2 (dua) macam :
a. Elastisitas Harga dari Permintaan (Price Elasticity of Demand) atau yang
lebih dikenal sebagai Elastisitas Permintaan.
b. Elastisitas Harga dari Penawaran (Price Elasticity of Supply) atau lebih
dikenal dengan Elastisitas Penawaran.

2. Elastisitas Permintaan
Sebagaimana kita ketahui pada umumnya konsumen peka/sensitive
terhadap perubahan harga. Ketika terjadi perubahan harga (baik harga naik
atau harga turun) akan mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian.
Ukuran kepekaan konsumen inilah yang disebut dengan Elastisitas Harga dari
Permintaan atau sering disebut Elastisitas Permintaan disimbolkan Ed.
a. Pengertian Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan (Ed) diartikan sebagai derajat kepekaan
perubahan kuantitas barang yang diminta yang disebabkan karena
perubahan harga barang itu sendiri. Pengertian lain, Elastisitas permintaan
sering diartikan sebagai perbandingan persentase perubahan kuantitas
barang yang diminta dengan persentase perubahan harga barang itu sendiri.
Besar kecilnya elastisitas permintaan diukur dengan tingkat Koefisien
Elastisitas.
b. Jenis-jenis Elastisitas Permintaan.
Berdasarkan besar kecilnya tingkat koefisien elastisitas permintaannya,
elastisitas permintaan dapat dibedakan menjadi 5 (lima) macam:
1) Permintaan Inelastis Sempurna (Ed = 0)
Permintaan Inelastis Sempurna terjadi jika tidak ada perubahan jumlah
yang diminta meskipun ada perubahan harga, atau Qd = 0, meskipun P
ada. Secara matematis %Qd = 0, berapapun %P. Dengan kata lain
perubahan harga sebesar apapun sama sekali tidak berpengaruh terhadap
jumlah yang diminta. Kasus permintaan inelastis sempurna terjadi bila
konsumen dalam membeli barang tidak lagi memperhatikan harganya,
melainkan lebih memperhatikan pada seberapa besar kebutuhannya.
Contoh: Pembelian Garam dapur oleh suatu keluarga atau pembelian Obat
ketika sakit. Konsumen membeli garam atau obat lebih mempertimbangkan
berapa butuhnya, bukan pada berapa harganya.
2) Permintaan Inelastis (Ed < 1)
Permintaan Inelastis kalau perubahan harga kurang begitu
berpengaruh terhadap perubahan kuantitas barang yang diminta. Dengan
kata lain kalau persentase perubahan jumlah yang diminta relatif lebih kecil
dibanding persentase perubahan harga. Secara matematis %Qd < %P.
Permintaan Inelastis atau sering disebut Permintaan yang tidak peka
terhadap harga, misal harga berubah naik 10% maka perubahan
permintaannya akan turun kurang dari 10%. Elatisitas kurang dari satu
biasanya terjadi pada barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, gula,
pupuk, bahan bakar dan lain-lain.
3) Permintaan Elastis Uniter (Ed = 1)
Permintaan Elastis Uniter kalau perubahan harga pengaruhnya
sebanding terhadap perubahan kuantitas barang yang diminta. Dengan kata
lain persentase perubahan jumlah yang diminta sama dengan persentase
perubahan harga. Jadi kalau harga berubah turun sebesar 10% maka
kuantitas yang diminta juga akan berubah dalam hal ini akan naik sebesar
10%. Secara matematis %Qd = %P. Permintaan yang elastis uniter
atau yang elastis proporsional atau yang Ed tepat = 1 sulit ditemukan dalam
kehidupan sehari-hari, kalaupun terjadi sebenarnya hanyalah secara
kebetulan.
4) Permintaan Elastis (Ed > 1)
Permintaan Elastis kalau perubahan harga pengaruhnya cukup besar
terhadap perubahan kuantitas barang yang diminta. Dengan kata lain
persentase perubahan jumlah yang diminta relatif lebih besar dari
persentase perubahan harga. Jadi kalau harga turun 10% maka kuantitas
barang yang diminta akan mengalami kenaikan lebih dari 10%. Secara
matematis %Qd > %P. Permintaan yang elastis atau atau peka terhadap
harga (Ed >1) dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya terjadi
pada barang-barang mewah, seperti mobil, alat-alat elektronik, pakaian
pesta dan lain-lain.
5) Permintaan Elastis Sempurna (Ed = )
Permintaan Elastis Sempurna terjadi jika ada perubahan jumlah yang
diminta meskipun tidak ada perubahan harga, atau Qd = Ada perubahan,
meskipun P = 0 (Tidak ada perubahan harga). Secara matematis %Qd
= Ada, %P = 0. Kasus permintaan elastis sempurna terjadi pada bila
permintaan suatu barang dapat berubah-ubah meskipun harga barang
tersebut tetap. Contoh kasus ini bisa terjadi pada berbagai produk, yang
jelas kalau permintaan akan produk tersebut bisa berubah-uabah walaupun
harga produk itu tetap.
3. Elastisitas Penawaran
Sebagaimana kita ketahui pada umumnya konsumen sensitive terhadap
perubahan harga, tetapi disisi lain produsenpun sensitive terhadap perubahan
harga. Ketika terjadi perubahan harga (baik harga naik atau harga turun) akan
mempengaruhi keputusan produsen dalam berproduksi. Ukuran kepekaan
produsen terhadap perubahan harga inilah yang disebut dengan Elastisitas Harga
dari Penawaran atau sering disebut Elastisitas Penawaran disimbolkan Es.
a. Pengertian Elastisitas Penawaran
Elastisitas penawaran (Es) diartikan sebagai derajat kepekaan
perubahan kuantitas barang yang ditawarkan yang disebabkan karena
perubahan harga barang itu sendiri. Pengertian lain, Elastisitas penawaran
sering diartikan sebagai perbandingan persentase perubahan kuantitas
barang yang ditawarkan dengan persentase perubahan harga barang itu
sendiri. Besar kecilnya elastisitas penawaran diukur dengan tingkat Koefisien
Elastisitas Penawaran.
b. Jenis-jenis Elastisitas Penawaran
Berdasarkan besar kecilnya tingkat koefisien elastisitas
penawarannya, elastisitas penawaran dapat dibedakan menjadi 5 (lima)
macam :
1) Penawaran Inelastis Sempurna (Es = 0)
Penawaran Inelastis Sempurna terjadi jika tidak ada perubahan jumlah
yang ditawarkan meskipun ada perubahan harga, atau Qs = 0, meskipun
P ada. Secara matematis %Qs = 0, berapapun perubahan dalam %P.
Dengan kata lain perubahan harga sebesar apapun sama sekali tidak
berpengaruh terhadap jumlah yang ditawarkan.
Kasus penawaran inelastik dalam kenyataan agak sulit ditemui dalam
kehidupan sehari-hari, kalaupun ada biasanya pada produk/barang-barang
hasil pertanian misalnya jumlah produksinya sudah tidak mungkin ditambah
atau sulit ditambah walaupun harga terus-menerus menaik. Jumlah
penawaran kelapa di suatu daerah ketika musim kemarau sangat sedikit
dan tergantung/dipengaruhi dari faktor alam, walaupun harga tinggi maka
jumlah yang ditawarkan tetap relatif terbatas.
2) Penawaran Inelastis (Es < 1)
Penawaran Inelastis kalau perubahan harga kurang begitu
berpengaruh terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan.
Dengan kata lain kalau persentase perubahan jumlah yang ditawarkan
relatif lebih kecil dibanding persentase perubahan harga. Secara matematis
%Qs < %P. Penawaran Inelastis atau sering disebut Penawaran yang
tidak peka terhadap harga, misal harga berubah naik 10% maka perubahan
penawarannya akan naik kurang dari 10%.
Elatisitas penawaran kurang dari satu biasanya terjadi pada barang-barang
hasil pertanian, karena barang-barang produk pertanian tidak mudah untuk
menambah atau mengurangi produksinya dalam jangka pendek.
3) Penawaran Elastis Uniter (Es = 1)
Penawaran Elastis Uniter kalau perubahan harga pengaruhnya
sebanding terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Dengan
kata lain persentase perubahan jumlah yang ditawarkan sama dengan
persentase perubahan harga. Jadi kalau harga berubah turun sebesar 10%
maka kuantitas yang ditawarkan juga akan berubah dalam hal ini akan
turun sebesar 10%. Demikian juga kalau harga naik 10% maka jumlah
barang yang dtawarkan akan naik sebesar 10%. Secara matematis
%Qd = %P. Penawaran yang elastis uniter atau elastis proporsional
atau Es tepat = 1 sulit ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, kalaupun
terjadi sebenarnya hanyalah secara kebetulan.
4) Penawaran Elastis (Es > 1)
Penawaran Elastis kalau perubahan harga pengaruhnya cukup besar
terhadap perubahan kuantitas barang yang ditawarkan. Dengan kata lain
persentase perubahan jumlah yang ditawarkan relatif lebih besar dari
persentase perubahan harga. Jadi kalau harga turun 10% maka kuantitas
barang yang ditawarkan akan mengalami penurunan lebih dari 10%, dan
sebaliknya kalau harga naik 10% maka kuantitas barang yang ditawarkan
akan mengalami kenaikkan lebih dari 10%. Secara matematis %Qd >
%P. Penawaran yang elastis atau peka terhadap harga (Es >1) dapat
ditemukan dalam kehidupan sehari-hari biasanya terjadi pada barang hasil
industri yang mudah ditambah atau dikurangi produksinya.
5) Penawaran Elastis Sempurna (Ed = )
Penawaran Elastis Sempurna terjadi jika ada perubahan jumlah yang
ditawarkan meskipun tidak ada perubahan harga, atau Qs = Ada
perubahan, meskipun P = 0. Secara matematis %Qs = Ada, %P = 0.
Kasus penawaran elastis sempurna terjadi pada bila penawaran suatu
barang dapat berubah-ubah meskipun harga barang tersebut tetap. Contoh
kasus ini bisa terjadi pada berbagai produk, yang jelas kalau penawaran
akan produk tersebut bisa berubah-ubah walaupun harga produk itu tetap,
sehingga kurva penawarannya sejajar dengan sumbu X atau Q.

Image

source : http://novikarlina10.blogspot.com/2010/03/elastisitas-dan-macam-macam-elastisitas