Karaokean dan Keakraban Keluarga

Siapa bilang kalau menyanyi di karaoke harus yang suaranya bagus? Kualitas suara tidak penting. Ini bukan tempat untuk kompetisi atau lomba menyanyi kok bro, sist (hehe…meski ada scor-nya itu yang menilai juga mesin koq) buat having fun saja. Disini kita sama-sama menikmati keakraban bersama sahabat atau bisa juga dengan anggota keluarga. Bagi anak kuliahan, bisa juga sebagai sarana menghilangkan penat dan stres pasca UAS.

 

Alhamdulillah, ini rejeki nonton pagelaran busana di wanitama kemarin, gak nyangka juga bisa karaokean lagi di Happy Puppy.  Bersama kawan2 kampus sebelah (Icun, mbak arlik, Dini, Sakdiyah, Hadiyati, Aish), terima kasih ya untuk hari ini, Keakraban dalam keluarga itu sangat tak ternilai harganya, mungkin bisa dipupuk dari hal yang sederhana “karaokean bersama”. . Hmmm….

 

2013-01-21 17.15.51

Advertisements

Dari Pare (kembali lagi) ke Jogja

2013-01-07 05.49.30Perjalanan Pare Jogja dimalam hari memang capeknya gak begitu terasa sih, kira-kira jam setengah 11 malam Travel Dieng sudah siap menjemput di depan EGYPT,  sekitar pukul 1 dini hari Transit dulu buat makan di Caruban. Cuma ya sama aja, jatah makan tetap gak kepakai, gak nafsu. Saya hanya mengambil sedikit makan, dan berutunglah ada menu “Agar-agar” di warung makan Intan Caruban. Sehingga bisa lumayanlah mengganjal isi perut.
Perjalanan Pare-Jogja, lumayan sepi dan lancar saja. Sebagian penumpang juga memilih untuk tidur di dalam travel.  Sedangkan saya lebih memilih untuk tetap melek, menikmati suasana jalanan jawa timur yang lengang sekali. Meski malam hari, tak banyak pemandangan yang bisa di lihat. Namun ketika malam, harusnya kita menjadi pribadi yang banyak bersyukur.
Saya jadi membayangkan kehidupan sang supir.  Di saat penumpang yang lainnya terlelap, ia tetap fokus mengendarai dengan hati-hati. Dengan ikhlas ia melaju mobil agar kami bisa sampai tujuan dengan selamat. Setiap harinya, sang supir menjalani rutinitas, Jogja ke malang Lagi, dan seterusnya. Mungkin kalau ditanya apakah tidak bosan?? Bosan pasti iya, namun itulah jihad sang supir.  Karena ia menjalani rutinitasnya untuk keluarganya…motivasinya ialah kelaurganya…. Luar biasa… so, bagi kita yang masih saja malas-malasan, apakah kita sudah mempersembahkan yang terbaik untuk keluarga kita? Setidaknya lakukan sesuatu dengan alasan keluarga. Barangkali itulah yang akan sedikit mengobati rasa lelah dan juga bosan ketika melanda.
Waktu sudah semakin pagi, Akhirnya kembali juga ke Jogja, ada hal yang aneh. Yang biasanya di Pare pagi-pagi gini gak doyan makan, ketemu dengan temen seperjaungan kontrakan yang lagi pada makan, alhamdulillah nafsu makannya bangkit kembali. Meski tetap terbatas, tapi masih mendinglah. Memang, kerinduan pada jogja pun makin terasa…alhamdulillah…tepat jam  setengah 7 pagi akhirnya sampai di kontrakan DSQ tercinta…..alhamdulillah….mungkin benar kali ya, yang membuat sakit ya kadang rasa kerinduan terhadap Jogja itu…. dan…. semoga akan membaik disini….insya Allah..